Kamis 23 Januari 2020, 12:41 WIB

Jokowi Minta Kesejahteraan Prajurit Ditingkatkan

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Jokowi Minta Kesejahteraan Prajurit Ditingkatkan

Antara/M. Risyal Hidayat
Presiden Jokowi di Rapim Kemenhan TNI-Polri

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI. Ia meminta Kemenhan membuat rencana strategis (resntra) untuk peningkatan kesejahteraan.

"Saya minta juga supaya renstra untuk kesejahteraan prajurit baik yang berkaitan dengan perumahan, dengan kesehatan, dengan tunjangan kinerja. Saya sangat mengapresiasi prajurit-prajurit kita yang bertugas di lokasi-lokasi tersulit," ucap Jokowi dalam Rapat Pimpinan Kemhan-TNI-Polri di kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Jokowi bercerita mengenai kunjungannya ke Natuna beberapa waktu lalu. Menurut dia, peningkatan kesejahteraan perlu dilakukan lantaran para prajurit kerap kali ditugaskan di daerah-daerah yang sulit.

Baca juga : Jokowi ke Prabowo: Hati-Hati Gunakan Anggaran Pertahanan

"Saya beberapa waktu lalu ke Natuna, ada markas TNl, kompleks perumahan, yang jelas pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan SDM, serta kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung mengenai rencana penaikkan usia pensiun bagi prajurit TNI di level bintara dan tamtama.

Ia mengatakan pemerintah akan merevisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dalam UU tersebut, diatur usia pensiun paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama.

"Kita akan merevisi UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI antara lain yang berkaitan dengan urusan pensiun bagi perwira bintara dan tamtama yang selama ini usia pensiun 53 tahun akan kita usulkan diubah menjadi 58 tahun," ucapnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More