Kamis 23 Januari 2020, 11:57 WIB

Kerugian Bencana Sosial di Kalsel Hampir Rp100 Miliar

Denny Susanto | Nusantara
Kerugian Bencana Sosial di Kalsel Hampir Rp100 Miliar

ANTARA
Kebakaran di kawasan Alalak Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (10/9/2019) menyumbang bencana sosial.

 

KERUGIAN akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran permukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang 2019 ditaksir mencapai hampir Rp100 miliar. Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalsel, Suryadi mengatakan kerugian bencana sosial pada 2019 meningkat dibandingkan pada 2018.

"Benar terjadi peningkatan kerugian bencana sosial pada 2019 dibandingkan 2018," kata Suryadi, Kamis (23/1).

Pada 2018 tercatat kerugian bencana sosial sebesar Rp60 miliar. Sedangkan sepanjang 2019 tercatat mencapai Rp93,5 miliar. Bencana terbanyak terjadi di Kota Banjarmasin mencapai Rp41,610 miliar, disusul Kabupaten Banjar sekitar Rp5,995 miliar.

Selain itu, kata Suryadi, kerugian yang cukup besar juga dialami masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara mencapai Rp5,905 miliar, Kabupaten Tabalong mencapai Rp5,360 miliar, dan Kota Banjarbaru sekitar Rp5,2 miliar.

Sementara untuk frekuensi kebakaran di Kalsel, selama 2019 telah terjadi 279 kali kebakaran terbanyak di Kota Banjarmasin sebanyak 65 kali, disusul Kabupaten Banjar sebanyak 25 kali. Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Tabalong masing-masing sebanyak 23 kali.

baca juga: Dana Desa Untuk Kabupaten Boyolali Hanya Naik Rp800 Juta

"Akibat bencana kebakaran itu menyebabkan tujuh orang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak tiga orang, Kota Banjarmasin dua orang, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Barito Kuala masing-masing satu orang," tambahnya.

Sebanyak 1.247 kepala keluarga (KK) atau 4.009 jiwa kehilangan tempat tinggal dan 1.222 buah rumah penduduk mengalami kerusakan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More