Kamis 23 Januari 2020, 11:30 WIB

Formula 1 Tegaskan Tekad Jejak Karbon Nol

Antara | Olahraga
Formula 1 Tegaskan Tekad Jejak Karbon Nol

AFP/Douglas Magno
Balapan Formula 1

FORMULA  1 dan federasi otomotif internasional (FIA), Rabu (22/1), mempertegas komitmen mereka untuk menjadi olahraga dengan jejak karbon nol pada 2030 dengan menandatangani kerangka kerja iklim dari PBB.

Di dalam Sport for Climate Action Framework tersebut, F1 harus memenuhi lima kriteria mulai dari meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan lewat upaya sistematis, mengurangi dampak terhadap iklim, hingga melakukan edukasi.

"Tahun lalu, Formula 1 meluncurkan untuk pertama kalinya strategi berkelanjutan yang mengakui pentingnya peran yang harus kami lakukan untuk mencegah perubahan iklim," kata CEO Formula 1 Chase Carey seperti dikutip laman resmi F1.

"Aksi yang akan kami lakukan di tahun-tahun ke depan akan mengurangi jejak karbon kami dan memastikan kami memiliki jejak karbon nol pada 2030."

Baca juga: Bikin Macet, Trek Grand Prix Miami akan Didesain Ulang

"Kami senang bisa bergabung dengan upaya PBB dalam hal ini dan akan bekerja sama dengan FIA, tim dan mitra untuk memastikan kami mencapai rencana kami dan menerapkan perubahan yang berarti," imbuhnya.

FIA adalah induk olahraga otomotif dunia yang terdiri atas 244 anggota yang tersebar di 140 negara.

Presiden FIA Jean Todt pun menyatakan komitmennya dan menyebut penandatanganan kerangka kerja PBB itu memperkuat momentum yang telah
tumbuh di federasi selama bertahun-tahun.

"Mulai dari pengenalan power unit hybrid di F1 hingga pembentukan Komisi Keberlanjutan dan Lingkungan, seluruh komunitas FIA telah menginvestasikan waktu, energi dan sumber finansial kepada inovasi yang memperhatikan lingkungan. Kami bertujuan menumbuhkan perhatian yang lebih besar dan praktik terbaik dalam standar motor sport yang berkelanjutan," pungkas Todt. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More