Kamis 23 Januari 2020, 10:15 WIB

BNPB Sebut Kalimantan Timur Minim Risiko Bencana

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
BNPB Sebut Kalimantan Timur Minim Risiko Bencana

MI/ADAM DWI
Doni Monardo

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memastikan Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, merupakan wilayah yang memiliki risiko bencana paling sedikit dibanding wilayah lain di Indonesia.

Wilayah paling timur di Borneo itu memiliki tingkat kerawanan paling rendah, baik dari ancaman bencana geologi, vulkanologi, hidrometeorologi, dan jenis ancaman bencana lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Doni menyampaikan beberapa hasil kajian yang menyebutkan wilayah Kalimantan Timur memiliki potensi gempa di bawah magnitudo 5 yang tidak merusak dan sedikit kemungkinan memicu gelombang tsunami.

“Ada potensi gempa bumi, tapi di bawah 5,” kata Doni dalam pernyataan resmi, Kamis (23/1).

Baca juga: KLHK Tingkatkan Kepedulian Publik terhadap Krisis Iklim lewat Film

Selain minim bencana, Kalimantan Timur juga merupakan provinsi yang paling sedikit terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dibanding wilayah lain di Kalimantan.

Menurut data BNPB, sejak 2015 hingga 2019, Kalimantan Timur bahkan tidak masuk dalam lima besar wilayah yang terdampak Karhutla seperti wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Sedangkan terkait ancaman bencana hidrometeorologi, Doni mengatakan iklim di Indonesia telah banyak berubah yang dipengaruhi pemanasan global sehingga sepanjang wilayah dari Sabang sampai Merauke memiliki perbedaan musim setiap tahunnya.

Lebih lanjut, dia mencontohkan sejumlah kejadian di wilayah Jawa dan Sumatra pada awal 2020.

Berdasarkan data BNPB, hampir sebagian besar wilayah Pulau Jawa mengalami beberapa musibah bencana banjir bandang dan longsor, sedangkan wilayah Sumatra bagian timur tengah dilanda kebakaran hutan.

“Ancaman bencana hidrometeorologi, iklim bervariasi di sepanjang wilayah Indonesia. Ketika wilayah Jawa dilanda banjir bandang dan longsor, ada wilayah di timur Sumatra yang justru sudah mulai kebakaran karena jarang hujan,” imbuhnya.

Melihat adanya anomali cuaca tersebut, Doni meminta Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan daripada penanggulangan.

Contohnya seperti Kabupaten Konawe Utara yang berhasil mengantisipasi bencana karena kepedulian pemerintah daerahnya yang bersinergi dengan masyarakatnya.

“Pemerintah daerah di sana (Konawe Utara) tegas dan sigap membaca prediksi dari prakiraan cuaca BMKG dan melakukan mitigasi secara dini dan mandiri,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, BNPB mengajak Pemerintah Daerah dapat mencontoh hal baik dengan lebih meningkatkan kesiapsiagaan mulai personel, peralatan dan sinergitas antar kelembagaan.

Sebab, bencana alam tidak dapat hanya ditangani oleh satu instansi melainkan perlu dibangun sinergitas. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More