Kamis 23 Januari 2020, 09:10 WIB

Masyarakat NTT Waspadai Demam Berdarah Dengue

Palce Amalo | Nusantara
Masyarakat NTT Waspadai Demam Berdarah Dengue

MI/Palce Amalo
Seorang perawat tengah memeriksa infus pasien yang terserang demam berdarah dengue (DBD) di RSUD SK Lerik di Kota Kupang, NTT.

 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta warga waspada  terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit lainnya pada musim hujan saat ini. Fungsional Epidemiologi Kesehatan Madya, Dinkes NTT, Yane Ndapaole mengatakan memasuki musim peralihan atau pancaroba dari kemarau ke musim  hujan, virus dan bakteri mudah berkembangbiak sehingga menyebabkan berbagai jenis penyakit. Selain DBD, penyakit yang timbul ialah batuk, pilek, demam, diare, dan malaria

Penyakit-penyakit tersebut selalu mengalami peningkatan kasus pada Oktober-April, terutama DBD selalu menimbulkan kepanikan dan keresahan di masyarakat. arena itu, Menurutnya  masyarakat perlu mengenali tanda dan gejala umum DBD agar para penderita mendapat pertolongan secara cepat.

"Timbul demam 2-7 hari mendadak tinggi terus-menerus dan biasanya sampai lebih kurang 39 derajat celcius. Nyeri otot, tulang, kepala dan gejala yang paling  sering muncul adalah bintik-bintik merah pada kulit. Jika ada gejala seperti itu, penderita segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobtan," kata Yane dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Kamis (23/1).

Menurutnya salah satu kondisi utama yang patut diwaspadai  terkait DBD adalah dehidrasi dan kebocoran cairan darah. Kondisi ini dapat terjadi setelah demam muncul, atau dalam waktu 24 jam sebelumnya. Gejala tersebut dapat disertai menurunnya tingkat kesadaran. Penderita harus ditangani secara cepat dan tepat di fasilitas kesehatan sehingga tidak
menimbulkan kematian.

Untuk mencegahnya, cara yang ampuh adalah pemberantasan sarang nyamuk. "Caranya dengan melakukan 3M Plus yakni menguras dan menyikat dindinng tempat penampungan air. Menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas seperti botol dan kaleng bekas," terangnya.

"Plus cara lainnya ganti air vas bunga seminggu sekali. Tempat minum burung piaraan harus sering dibersihkan dan airnya diganti. Lubang pada pohon atau bambu ditutup atau diisi dengan tanah sehingga air tidak tergenang di dalamnya," sambungnya.

Langkah-langkah itu dilakukan lantaran jentik nyamuk aedes aegpyti hidup di tempat-tempat air bersih yang tidak menyentuh tanah langsung. Untuk mencegah agar tidak terkena gigitan nyamuk, gunakan kelambu atau obat nyamuk saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah tempat tinggal seperti sirih, sereh, pepaya, kemangi, selasih, dan belimbing wuluh.

Selain itu ekstrak tanaman pembunuh jentik nyamuk seperti daun nimba, daun pepaya, daun paria, daun gamal, daun sirsak, mengkudu, lengkuas, damar hutan, biji mahoni, biji anona, biji sirsak, dan biji marungga.

"Menjaga diri tetap sehat saat musim hujan dengan minum yang cukup untuk  menjaga keseimangan imun tubuh, konsumsi makanan bergizi, perbanyak makan buah. Istirahat yang cukup, cuci tangan sebelum makan dan minum air yang tidak terkontaminasi kotoran agar terhindar dari diare," ujarnya.

baca juga: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Jateng Beroperasi

Sementara itu, penderita DBD di NTT terhitung sejak 1-23 Januari telah tersebar di 10 kabupaten dan kota, total sebanyak 286 orang. Dari jumlah itu, tiga orang dilaporkan meninggal berasal dari Lembata, Sikka, dan Alor. Penderita DBD lainnya dirawat intensif di rumah sakit, namun di antaranya ada yang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More