Kamis 23 Januari 2020, 06:10 WIB

Kasus Korona Virus Pertama Dikonfirmasi di Hong Kong

Marcheilla Ariesta | Internasional
Kasus Korona Virus Pertama Dikonfirmasi di Hong Kong

AFP/Anthony WALLACE
Ibu dan dua anaknya menggunakan masker saat berfoto di depan instalasi perayaan Tahun Baru Imlek di Hong Kong.

 

HONG Kong mengonfirmasi kasus pertama virus korona tipe terbaru. Pasien pertama di Hong Kong itu diketahui baru kembali dari daratan Tiongkok.

"Pasien sudah dikarantina di rumah sakit Queen Elizabeth," kata otoritas kesehatan Hong Kong dilansir dari Channel News Asia, Rabu (22/1).

Otoritas rumah sakit mengatakan meningkatkan pengawasan laboratorium untuk kasus virus korona ini. Bahkan, otoritas kesehatan meminta agar semua warga yang melakukan perjalanan ke seluruh wilayah di Tiongkok untuk diperiksa.

Hong Kong telah menyebarkan mesin pemindai suhu di bandara dan stasiun kereta kecepatan tinggi. Penumpang diharuskan mengisi formulir pernyataan kesehatan.

Baca juga: Peneliti Menyebutkan Kemungkinan Virus Korona Dapat Bermutasi

Sebanyak 500 ruang isolasi di rumah sakit umum tersedia. Mereka juga akan menyediakan lebih banyak bangsal biasa yang akan dikonversi jika diperlukan nanti.

Virus itu telah menginfeksi hampir 500 orang di Tiongkok dan menewaskan sembilan orang. Penyebaran awal virus ini terjadi di Wuhan.

Selain Hong Kong, Makau juga mengonfirmasi kasus virus korona pertama mereka. Virus ini juga dikonfirmasi ada di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

Virus Korona merupakan keluarga virus yang menyebabkan penyakit pernapasan, seperti Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS).

Pada 2003, Hong Kong merupakan salah satu wilayah yang terparah dihantam penyebaran virus H5N1, yang juga disebut Flu Burung.

Menurut data WHO, sebanyak 1.755 orang di Hong Kong terjangkit virus ini. Kala itu, 299 orang dinyatakan meninggal. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More