Rabu 22 Januari 2020, 21:50 WIB

Kesalahan Investasi Faktor Utama Runtuhnya Jiwasraya

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Kesalahan Investasi Faktor Utama Runtuhnya Jiwasraya

Antara
Karyawan melintas di depan Gedung Asuransi Jiwasraya, beberapa waktu lalu.

 

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah, mengatakan kesalahan paling inti dari kasus PT Asuransi Jiwasraya adalah kesalahan investasi yang tidak likuid.

"Investasi sahamnya tidak likuid dan tidak harus dilakukan. Berarti tidak semua melawan hukum dari beberapa ketentuan," kata Febrie di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).

Kejaksaan Agung tengah terus menyelidiki kasus yang merugikan negara hingga Rp13.7 triliun tersebut. Kejagung turut menggandeng PPATK dan Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan pendalaman.

"Tadi kami sudah lakukan bersama dengan jaksa penuntut umum. Kita sudah melakukan pendalaman dengan penuntut umum dan kita sudah meyakini lah ini sudah by design dari awal sudah direncanakan melakukan tindakan yang merugikan keuangan Jiwasraya," jelasnya.

Diketahui, kasus megakorupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah menetapkan lima orang tersangka. Salah satunya ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Selain, Hendrisman, tersangka lainnya adalah mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram) Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.

Namun, Febrie enggan untuk mengungkapkan peran dari setiap tersangka karena masih dalam tahap penyidikan.

Febrie juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan Kejagung akan menetapkan tersangka baru karena proses penyidikan masih terus bergulir. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More