Kamis 23 Januari 2020, 03:45 WIB

Memanusiakan Followers

(FU/M-1) | Humaniora
Memanusiakan Followers

MI/Furqon
Francisca Puspitasari - Kaloka Pottery

 

MESKI memanfaatkan media digital, Francisca Puspitasari percaya jika unsur kemanusiaan harus tetap ada dalam bisnisnya. Hal itulah yang praktiknya ada di bisnis Kalola Pottery.

Mengedepankan unsur kemanusiaan pula dipercaya perempuan yang akrab disapa Kika ini sebagai kunci sukses. "Barang itu ada jiwanya dan yang bisa mengisi itu manusia," kata Kika.

Salah satu bentuk kemanusiaan yang Kika lakukan ialah dengan berinteraksi dan berkomunikasi dengan pembeli. Kika berusaha membalas dan menjawab semua pertanyaan pembeli Kaloka Pottery. Itu Kika lakukan berawal dari pengalaman pribadinya.

Kika mengaku awalnya ia tipe orang yang tidak bisa melakukan jual-beli daring karena harus memegang atau merasakan langsung barang yang dibelinya. Apalagi, Kika pernah kecewa dengan barang yang dibelinya karena tidak sesuai kenyataan. Maka itu, ia selalu mengutamakan kejujuran saat berbisnis.

Pihak Instagram menilai apa yang dilakukan Kika sebagai contoh baik dan mereka pun memberikan penghargaan kepada Kaloka Pottery. Pada 2019, Kaloka Pottery mendapat penghargaan dari Instagram sebagai akun yang sehat dan bisa memanfaatkan media sosial untuk bisnis.

Akun Kaloka Pottery juga dijadikan contoh di akademi Instagram sebagai akun yang baik dan memiliki karakter unik dengan membuat hastag sendiri. Instagram, kata Kika, mendatangi studionya dan meliput aktivitas Kaloka Pottery. Hasilnya diunggah di Instagram TV dan Facebook pada akhir tahun lalu.

"Kita terpilih di program mereka, Instargam or Hastag Founder. Dari Asia cuma Kaloka," katanya senang.

Akun Kaloka Pottery diunggah di akun ofisial Instagram pada akhir Desember tahun kemarin. Setelah itu, akun Kaloka Pottery mendapatkan banyak pengikut.

"Jumlahnya dua kali lipat dan cepat sekali," kata Kika.

Memanusiakan pengikut media sosial, bagi Kika ialah salah satu unsur kemanusiaan dalam jual-beli daring. Mereka, lanjut Kika, mengikuti medsos Kaloka Pottery karena ingin mendapatkan informasi terbaru dan sikap apresiasi produk. Ketika mereka bertanya, penting untuk dijawab.

"Mereka itu penting, kita harus memanusiakannya, masalah mereka mau beli atau tidak itu urusan lain," katanya.

Unsur kemanusiaan lain di dunia digital ialah niat untuk membangun usaha yang baik dan untuk kebaikan, harus menjaga keberlangsungan bisnis, dan memikirkan lingkungan serta kesejahteraan tim kerja.

"Jadi, humanity itu kompleks dan melingkupi lingkungan, sustainable secara profit," imbuhnya.

Kika mencontohkan dengan tidak membuang produk gagal (produk reject) karena bisa dimanfaatkan sebagai nilai guna. "Reject tak pernah saya buang, di tempat saya itu saya gunakan untuk untuk lantai," katanya sambil menunjukkan bagian lantai depan tokonya yang menggunakan keramik-keramik reject-nya.

Melihat keberhasilan yang Kika rengkuh, Kika pun heran dengan orang-orang yang memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti untuk caci maki dan menyebarkan informasi bohong.

Harusnya Indonesia bisa lebih maju dengan memanfaatkan media sosial dengan baik, tidak hanya untuk bisnis, tapi juga untuk menyebarkan informasi positif. "Jadi kalau orang tidak bisa menggunakan untuk kebaikan, itu rugi," tutup perempuan yang kini juga memiliki perusahaan film. (FU/M-1)

Biodata

Nama: Francisca Puspitasari

Tanggal lahir: 25 Maret 1976

Pendidikan: Sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta)

Pengalaman Kerja

1998-2016: Product Development perusahaan swasta di Yogyakarta

Founder Kaloka Pottery

Founder Nyahwolu

Co Founder Srinata

Co Founder Gembira Bag

Co Founder Soca Film

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More