Rabu 22 Januari 2020, 21:12 WIB

100 hari Periode Kedua Jokowi, Masih Banyak PR

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
100 hari Periode Kedua Jokowi, Masih Banyak PR

MI/Adam Dwi
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam diskusi meja bundar di kantor MetroTV

 

PENGAMAT politik Djayadi Hanan mengatakan masih banyak program pemerintah yang belum terimplementasi secara maksimal. Beberapa di antaranya adalah reformasi birokrasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), investasi, dan ketenagakerjaan.

Dalam lima tahun terakhir, ia melihat hanya pembangunan infrastruktur yang memiliki kinerja baik dan begitu mencolok manfaatnya di masyarakat.

"Saya kira itu wajar karena program-program besar selain infrastruktur masih banyak yang bersifat konsep saja, belum sampai pada implementasi ke lapangan," ujar Djayadi di Kantor Media Group, Jakarta, Rabu (22/1).

Salah satu contoh adalah revolusi mental. Program tersebut terasa gencar digaungkan pada masa awal-awal pemerintahan Jokowi.

"Namun semakin ke sini program itu semakin menghilang, hanya mencuat pada masa awal-awal saja. Sekarang pemerintah juga seakan tidak peduli lagi sama program itu," tuturnya.

Baca juga : Masyarakat Optimistis Soal Infrastruktur di Era Jokowi

Kemudian, program-program pengembangan SDM terutama di subsektor pendidikan dalam lima tahun terakhir juga tidak begitu menonjol.

Sebut saja skema zonasi yang malah lebih banyak dinilai merepotkan oleh masyarakat.

Djayadi melihat, kebijakan di sektor tersebut, baru mulai terlihat positif setelah Nadiem Makarim menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagaimana diketahui, pendiri Gojek itu berani melakukan terobosan dengan menghapuskan sistem ujian nasional mulai tahun pendidikan berikutnya.

"Itu mulai diapresiasi walaupun belum ada implementasi. Konsep merdeka belajar itu kan belum kelihatan bagaimana secara riil," ucap dia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More