Rabu 22 Januari 2020, 18:50 WIB

PBB Desak Gencatan Senjata Permanen di Libia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
PBB Desak Gencatan Senjata Permanen di Libia

AFP/Michale Kappeler
Sekjen PBB Antonio Gutierres

 

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) nenuji kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan di Berlin, Jerman, pekan lalu, terkait konflik Libia. Namun, Sekretaris jenderal PBB Antonio Gutteres mendesak pohak yang bertikai di Libia untuk mencapai gencatan senjata permanen.

"Kita telah menyepakati gencatan senjata. Gencatan senjata itu menghadapi beberapa pelanggaran, tetapi bukan pelanggaran yang meluas, hanya lokal. Kita perlu bergerak ke gencatan senjata, dan dari gencatan senjata, kita perlu beralih ke proses politik nyata," ujarnya di New York, AS.

Pertemuan para pemimpin dunia di Berlin, Jerman untuk mendukung proses perdamaian dan menghentikan pasokan senjata ke kelompok bersenjata di Libia, ditindaklanjuti oleh Dewan keamanan PBB dengan menggelar pertemuan tertutup, Selasa (21/1).

Negara yang terlibat dalam pertemuan di Berlin, diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Rusia, Aljazair, Tiongkok, dan Republik Kongo.

Mereka sepakat untuk gencatan senjata, untuk berhenti mengirim senjata ke Libia dan untuk bekerja menuju kesepakatan damai.

Baca juga : PBB dan Uni Eropa Baik Gencatan Senjata Konflik Libia

Turut hadir di Berlin adalah kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Tripoli yang diakui secara internasional, Fayez al-Sarraj, dan saingannya, panglima perang Jenderal Khalifa Haftar.

Guterres mendesak Haftar dan Sarraj untuk memajukan langkah-langkah yang membawa harapan.

"Pesan saya adalah: Terima sepenuhnya kesimpulan dari KTT Berlin dan asumsikan kepemimpinan dalam situasi seperti ini adalah kepemimpinan untuk perdamaian, kepemimpinan untuk Libia bersatu yang dapat diperintah oleh rakyat Libia dengan damai, dalam keamanan dan bekerja sama dengan tetangganya secara positif," kata Guterres.

Pembicaraan PBB menandai upaya terbaru untuk memulihkan stabilitas dan perdamaian di Libia yang telah terpecah antara faksi-faksi dan milisi sejak mantan Moammar Gadhafi digulingkan dalam invasi milier yang didukung NATO pada 2011.

Libia kini terpecah dua dengan GNA yang diakui PBB dan Haftar yang berkuasa di wilayah timur Libia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More