Rabu 22 Januari 2020, 18:28 WIB

Menag Fachrul Razi Bantah Hendak Atur Teks Khotbah Jumat

Henri Siagian | Humaniora
Menag Fachrul Razi Bantah Hendak Atur Teks Khotbah Jumat

MI/SUSANTO
Menteri Agama Fachrul Razi

 

MENTERI Agama Fachrul Razi menegaskan pemerintah tidak berrencana mengatur teks khotbah jumat. Menurutnya, yang pernah disampaikan hanyalah kebijakan yang berlaku di Uni Emirat Arab, bukan untuk diterapkan di Indonesia.

"Enggak ada. Saya cerita apa yang ada di negara-negara Arab. Tapi kita belum pernah mengadakan perubahan apapun," tegas Menag seperti dikutip dari keterangan di laman kemenag.go.id di Jakarta, Rabu (22/01).

Baca juga: Azyumardi Azra Pertanyakan Isu Pengaturan Isi Khotbah Jumat

"Kita kan bagus, kalau kita mau melakukan sesuatu, kita melihat orang lain bagaimana. Oh di Saudi, begini, di Emirat Arab begini. Apakah kita akan ubah? Saya enggak pernah bilang untuk mengubah kok," sambungnya.

Baca juga: Menag Ajukan Tambahan Kuota Haji ke Presiden Jokowi

Dikatakan Menag, pengalamannya saat berkunjung ke negara Arab sengaja diceritakan agar bisa menjadi tambahan pemahaman dan wawasan bagi jajarannya di Kemenag. "Sudah pasti, sudah saya bilang kan, saya cerita apa yang ada di negara Arab, tempat lahirnya nabi-nabi, Rasulullah, apa yang ada di negara Arab lainnya, apa yang ada di Emirat Arab, silakan pahami itu. Nggak pernah saya katakan nanti di Indonesia akan begini," tandasnya.

Baca juga: Menag Kaget Dengar Lagu Tionghoa Berkumandang di Dubai

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi berbagi cerita tentang pertemuannya dengan Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi di Abu Dhabi, 15 Desember 2019. Keduanya berdiskusi tentang penguatan moderasi beragama dan optimalisasi peran masjid.

Menag Fachrul Razi dan Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi. (Dok Kemenag)

Kepada Menag, Mohammed Matar Salem berbagi informasi seputar kebijakan pemilihan khatib Jumat dan penceramah di negaranya. Menurutnya, ada tiga tipologi khatib dan penceramah.

Pertama, khatib dan penceramah yang diberikan kebebasan untuk berkhotbah atau berceramah tanpa teks. Kedua, khatib dan penceramah yang diberikan kisi-kisi untuk selanjutnya dikembangkan oleh yang bersangkutan saat berceramah.

Ketiga,  khotib dan penceramah yang hanya boleh membacakan naskah/teks yang disiapkan dan telah ditashih oleh General Authority of Islamic Affairs and Awqaf (Kementerian Urusan Agama Islam dan Waqaf). (X-15)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More