Rabu 22 Januari 2020, 18:24 WIB

Azyumardi Azra Pertanyakan Isu Pengaturan Isi Khotbah Jumat

Antara | Humaniora
Azyumardi Azra Pertanyakan Isu Pengaturan Isi Khotbah Jumat

Antara
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azyumardi Azra

 

WAKIL Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azyumardi Azra mempertanyakan pengaturan isi khotbah Jumat dan mengatakan kebijakan semacam itu justru akan kontraproduktif.

"Untuk apa...? Kementerian Agama kan memiliki penyuluh agama," katanya di sela Rapat Pleno ke-48 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (22/1).

Ia mengatakan, Kementerian Agama bisa memberdayakan penyuluh agama untuk mendatangi masjid dan berdialog dengan pengurus dan jemaah masjid kalau ingin mencegah penyampaian khotbah Jumat yang dinilai radikal. Khatib atau ustaz yang materi ceramahnya dianggap radikal bisa diajak berdialog.

Baca juga: Menag Kaget Dengar Lagu Tionghoa Berkumandang di Dubai

Menurut dia, penanganan masalah semacam itu harus dilakukan per kasus, bukan dengan menerapkan pengaturan isi khotbah, mengingat sebagian besar khatib dan penceramah di Indonesia memiliki latar belakang moderat dan isi ceramahnya damai.

"Satu dua saja yang keras-keras. Jadi jangan hanya karena ada kasus seperti itu dibikin kebijakan. Jadi saya kira negara tidak punya kapasitas, tidak punya kemampuan untuk melakukan itu," kata dia.

Baca juga: Buku Nikah Rusak Akibat Banjir, Kemenag: Penggantiannya Gratis

"Caranya bukan dengan menyeragamkan khotbah, lakukanlah lokakarya kebangsaan, ke-Islaman kebangsaan, itu yang harus dilakukan. Panggil semua ustaz, kumpul-kumpul sambil makan-makan, bikin suasana yang enak, diskusi mengenai kebangsaan, hubul wathan minal iman. Itu yang harus dilakukan," katanya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More