Rabu 22 Januari 2020, 12:07 WIB

Peneliti Menyebutkan Kemungkinan Virus Korona Dapat Bermutasi

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Peneliti Menyebutkan Kemungkinan Virus Korona Dapat Bermutasi

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 

TIONGKOK memperingatkan, bahwa virus korona baru yang mirip dengan SARS yang telah menewaskan sembilan orang, dan menginfeksi sekitar 440 orang, juga sudah menyebar ke berbagai negara diperkirakan dapat bermutasi dan ditularkan melalui saluran pernafasan.

"Ada kemungkinan virua ini ditularkan melalui saluran pernapasan, dan ada kemungkinan mutasi virus dan penyebaran penyakit lebih lanjut," ungkap Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Li Bin pada konferensi pers di Beijing.

Pemerintah Tiongkok telah mengklasifikasi wabah ini dalam katagori yang sama dengan epidemi SARS, yang berarti isolasi wajib bagi mereka yang didiagnosis dengan penyakit tersebut, dan potensi untuk menerapkan tindakan karantina dalam perjalanan.

Namun mereka masih belum dapat memastikan sumber pasti dari virus misterius tersebut yang telah menginfeksi 440 orang di 13 Provinsi dan Kota.

"Kami akan meningkatkan upaya penelitian untuk mengidentifikasi sumber dan penularan penyakit," jelas Li.

Sebelumnya, seorang ahli terkemuka di Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengkonfirmasi bahwa virus ini dapat ditularkan antara-manusia.

Namun, hewan diduga menjadi sumber utama wabah, karena pasar makanan laut di mana hewan hidup dijual di pusat kota Wuhan, di identifikasi sebagai ground zero untuk virus tersebut.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia telah mengintensifkan upaya untuk menghentikan penyebaran patogen -yang dikenal dengan nama teknis 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV)- karena jumlah kasusnya yang terus melonjak, meningkatkan kehawatiran di tengah gencarnya perjalanan liburan Tiongkok.

Hingga saat ini, polisi sedang melakukan pemeriksaan tempat unggas hidup atau hewan yang dibawa memasuki atau meninggalkan kota Wuhan.

Wuhan telah mendesak, pengunjung untuk tidak datang ke kota Wuhan, dalam upaya menahan penyebarab virus tersebut.

Akibatnya, lokasi wisata Kuil Guiyan yang menarik 700 ribu wisatawan selama liburan akhir tahun terpaksa di tutup. (AFP/Rif/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More