Selasa 21 Januari 2020, 13:55 WIB

Peternak Sapi Perah Terus Didorong Hasilkan Susu Berkualitas

mediaindonesia.com | Nusantara
Peternak Sapi Perah Terus Didorong Hasilkan Susu Berkualitas

Istimewa
Para peternak sapi yang masuk dalam program Peningkatan Mutu Susu tengah melakukan diskusi.

 

SEBAGAI perusahaan yang menyediakan nutrisi bagi ibu dan anak, Danone melalui PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan asupan gizi yang optimal bagi ibu dan anak Indonesia.

Hal ini dilakukan bukan hanya melalui penyediaan produk nutrisi berkualitas namun juga dengan melaksanakan berbagai program dukungan, salah satunya program Peningkatan Mutu Susu yang telah dilaksanakan sejak 1991.

Program tersebut bertujuan untuk mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik agar dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Walaupun tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia termasuk yang paling rendah di ASEAN, di sisi lain kebutuhan pasar meningkat dari tahun ke tahun. Namun ternyata, peningkatan permintaan akan susu ternyata tidak sejalan dengan suplai dari peternak lokal karena kuantitas dan kualitas yang belum memadai.

Dengan pertumbuhan konsumsi susu sapi sebesar 5% per tahun, produksi susu sapi lokal hanya meningkat sebanyak dua persen per tahun , Itupun dengan rentang kualitas yang beragam.

“Danone melalui Sarihusada telah melaksanakan program Peningkatan Mutu Susu selama 29 tahun dengan menggandeng praktisi dari Universitas Gadjah Mada dengan pola kemitraan,” kata  Karyanto Wibowo, Sustainable Director Danone Indonesia, di sela diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (21/1)

Melalui program Peningkatan Mutu Susu, para peternak didorong meningkatan kualitas susu segar dengan membantu penerapan good farming practices dan good manufacturing practices, meningkatkan pengetahuan peternak dan memberikan bantuan sarana, prasarana serta proyek percontohan.

Program Peningkatan Mutu Susu berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal antara lain terbatasnya ketersediaan bibit sapi perah berkualitas, keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan, rendahnya minat generasi muda menjadi peternak.

Masalah lain adalah terbatasnya pakan konsentrat yang berkualitas dengan harga terjangkau, kelangkaan sumber air hingga rendahnya pengetahuan peternak dalam menerapkan teknologi dalam memelihara sapi perah.

“Tantangan besar peternak adalah kualitas yang belum layak untuk diterima industri. Untuk itu,  salah satu keberhasilan program kami saat ini adalah melalui penerapan good farming practices dan good manufacturing practices di beberapa peternak binaan," jelas Agus Budiyanto, Head of Raw Material Ingredients C&P Danone Indonesia.

"Sebagai hasilnya mereka kini dapat memproduksi susu segar dengan kualitas yang jauh lebih baik yaitu dengan trend angka kuman terus menurun di mana dalam tujuh tahun terakhir berada di bawah 1 juta cfu/ml,” tambahnya.

Angka kuman (TVC) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai suatu kualitas susu segar, karena ini akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Susu segar dengan angka kuman tinggi biasanya akan cenderung lebih mudah rusak atau pecah sebelum diolah, yang akan mempengaruhi rasa produk yang dihasilkan.

Berbagai retailer dan pengusaha makanan dan minuman berbasis susu kini banyak yang membeli langsung susu segar di koperasi binaan Sarihusada karena memiliki angka kuman yang rendah, dan tingkat lemak yang tinggi.

 “Setiap hari peternak menyetor susu rata-rata 3.800 liter di koperasi kami, dan jumlah itu selalu habis karena tingginya permintaan. Bahkan sering kami tidak dapat memenuhi pesanan dari pengusaha lokal,” jelas Esti selaku manager persusuan Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari.

Sigit Bintara, dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta menambahkan bahwa program kemitraan ini sangat membantu memberikan ruang bagi akademisi dan keilmuan untuk diterapkan secara tepat guna di lapangan.

 “Bersama Sarihusada kami turun dan berinteraksi dan memberdayakan langsung total 1.128 peternak lokal di daerah (Yogyakarta, Klaten, dan Boyolali), Selain itu kegiatan ini juga melibatkan empat koperasi dan satu Merapi Project, serta memelihara 1.500 susu laktasi dan 3203 sapi perah,” papar Sigit.

Retnawati, salah satu peternak dari Cangkringan mengatakan bahwa manfaat yang diterima dari program Peningkatan Mutu Susu ini adalah ternak sapi peternak lebih sehat dan produktif, penggunaan air dan pakan juga lebih efisien.

Pada kesempatan yang sama Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menyampaikan bahwa Program Peningkatan Mutu Susu adalah perwujudan dari visi Danone One Planet One Health yang meyakini kesehatan manusia dan kesehatan bumi saling terkait.

 “Sebagai perusahaan yang lahir dan besar di wilayah ini, kami berkomitmen untuk meneruskan perjalanan kami untuk belajar dan berkembang bersama peternak,” paparnya. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More