Rabu 22 Januari 2020, 09:50 WIB

Menkop UKM Atur Strategi Cetak Koperasi Sejajar dengan Korporasi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Menkop UKM Atur Strategi Cetak Koperasi Sejajar dengan Korporasi

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

 

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki  menyatakan tengah menyiapkan sejumlah langkah agar koperasi bisa sejajar dengan korporasi atau usaha besar.

Hal tersebut diungkapkan Teten Masduki saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Koperasi Syariah dan Koperasi Konsumen Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah dan Kopmen BMI), di Tangerang, Selasa (21/1) malam.

"Saya ingin membangun image baru koperasi agar bisa sejajar dengan korporasi-korporasi besar," ungkap Teten dilansir dari keterangan resmi.

Lebih lanjut, Teten memaparkan serangkaian langkah yang dimaksudkan salah satunya dengan sering menampilkan koperasi-koperasi terbaik di Indonesia, agar kesan koperasi itu merupakan badan usaha kecil mulai bisa terkikis.

Menurut Teten, Kopsyah dan Kopmen BMI ini merupakan salah satu koperasi terbaik di Indonesia.

"Saya merasa senang datang kesini, karena ingin membuktikan kepada dunia luar,  masih banyak koperasi yang bagus dan besar, sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilan BMI yang mampu mencatat pertumbuhan aset, omzet, dan modal sampai di atas 20% atau empat kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional," lanjutnya.

Selain itu, membesarkan Koperasi dan UKM sebagai perwujudan ekonomi rakyat juga menjadi salah satu cara untuk melaksanakan visi Presiden Joko Widodo yang menginginkan struktur ekonomi diarahkan kepada kesetaraan dan keadilan.

"Jumlah usaha besar itu cuma 0,01% namun menguasai 40% kue pembangunan, sementara 99,9% UMKM hanya menguasai 60%. Ini perlu digeser agar kita memiliki struktur ekonomi yang lebih berkeadilan," pungkas Teten.

Teten juga menambahkan langkah lain memperbaiki image koperasi, dengan mendorong koperasi mencari pembiayaan murah dengan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Apalagi saat ini BEI sudah memiliki papan sekunder khusus untuk UKM.

"Memang kendalanya underwriter (penjamin) masih sedikit yang mau menjamin emiten yang menjual saham dibawah Rp 100 miliar, namun itu nanti pasti ada solusinya," tutupnya. (Des/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More