Rabu 22 Januari 2020, 05:00 WIB

Kanker Usus Besar Lebih Banyak Dialami Pria

(Aiw/Ant/H-2) | Humaniora
Kanker Usus Besar Lebih Banyak Dialami Pria

healthination.com

 

KANKER usus besar atau kanker kolorektal masih menjadi masalah kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Penderita kanker ini merupakan terbanyak ketiga di dunia dan keempat terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kanker kolorektal merupakan penyebab kematian kedua terbesar untuk pria dan ketiga bagi perempuan. Ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Noza Hilbertina, mengiyakan pria terkesan lebih banyak menderita kanker usus besar daripada wanita.

Pada pria, kata Noza, kanker lebih banyak menyerang pada usia di bawah 50 tahun, sedangkan kasus kanker pada wanita lebih sering ditemukan pada usia 50 tahun ke atas.

"Biasanya pada wanita itu dia mempunyai hormon yang juga bisa bersifat lebih kepada melindungi, tapi begitu nanti dia usianya bertambah baru kemudian dia terpengaruh sehingga pada wanita kankernya ditemukan setelah umur lanjut, sedangkan pada laki-laki munculnya lebih awal/muda jika dibandingkan dengan wanita," jelas Noza saat ditemui seusai upacara promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu (8/1).

Selain faktor usia, lanjut Noza, gaya hidup tidak sehat juga turut memengaruhi timbulnya penyakit kanker. Banyak mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan kerbau, diet rendah serat, serta rokok dan alkohol dinilai mampu memicu mutasi DNA penyebab kanker.

Untuk itu, Noza menyarankan agar masyarakat, khususnya kaum muda, untuk lebih memperhatikan riwayat penyakit keluarga.

Selain kanker usus besar, rokok juga membangkitkan sel kanker-kanker lain karena rokok mengandung ratusan jenis zat beracun yang di antaranya bersifat karsinogenik, seperti benzena, arsenik, dan tar.

Zat berbahaya yang terkandung dalam rokok mampu mengubah komponen molekuler dalam sel manusia. Sel yang telah berubah sifat tersebut kemudian dapat berkembang di luar kendali menjadi sel kanker.

Jika rokok memicu munculnya sel kanker, sebaliknya, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi bersama tomat, ternyata bisa menghambat sifat melawan kanker dalam tomat. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research (2019).

"Tomat mengandung sejumlah senyawa penting bagi tubuh dan likopen adalah salah satunya. Likopen mampu menekan risiko keburukan dari kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker paru-paru," seperti dilansir Medical News Today.

Tunggu apa lagi? Mulailah jadikan tomat segar sebagai menu sehat favorit keluarga di rumah untuk menghalau kanker. (Aiw/Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More