Selasa 21 Januari 2020, 22:31 WIB

Jika Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor Kena Aturan Denda

Selamat Saragih | Megapolitan
Jika Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor Kena Aturan Denda

MI/ Pius Erlangga
Pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

 

KEPALA Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan, sesuai aturan jika kontraktor revitalisasi pelataran sisi selatan kawasan Monas, PT Bahana Prima Nusantara (BPN), kerjanya molor pasti dikenakan sanksi denda.

Sebab, terjadi pelanggaran yakni pengerjaan proyek itu molor dari jangka waktu kontrak yang seharusnya rampung pada akhir Desember 2019.

Denda yang dikenakan kepada kontraktor sebesar satu permil per hari dari nilai kontrak. Tapi Heru tidak merinci nilai kontrak maupun dendanya.

Namun bagi PT BPN jika terjadi molor pekerjaan revitalisasi Monas dari waktu kontrak masih bisa diperpanjang hingga Februari 2020.

"Pasti dikenai denda, sudah. (Dendanya) satu hari permil," ujar Heru, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/1).

Heru mengatakan, kontrak revitalisasi Monas ditandatangani pada 12 November 2019. Dalam kontrak itu, revitalisasi pelataran sisi selatan harus dikerjakan dalam waktu 50 hari atau sampai akhir Desember 2019.

"Desember enggak kelar, ada perpanjangan waktu 50 hari, berarti nanti perkiraan rampung pada akhir Februari 2020," kata Heru.

Dia menambahkan, walau pengerjaan revitalisasi Monas molor dari waktu kontrak PT BPN tapi belum dinyatakan wanprestasi.

"Enggaklah, kok disebut wanprestasi. Wanprestasi nanti kalau setelah perpanjangan, enggak selesai juga," ungkap Heru.

Sanksi mengenai denda keterlambatan proyek per hari diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pasal 120 Perpres itu mengatur penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak, dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melampaui besarnya jaminan pelaksanaan.(OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More