Selasa 21 Januari 2020, 22:16 WIB

Seorang Jurnalis LKBN Antara Aceh Dikeroyok

Amir MR | Nusantara
Seorang Jurnalis LKBN Antara Aceh Dikeroyok

Antara
Ilustrasi

 

WARTAWAN LKBN Antara Biro Aceh terpaksa di rawat di RS Cut Meutia, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (21/1), setelah dikeroyok sejumlah orang di warung Kopi Elnino, Jalan Gajah Mada, Meulaboh, kemarin.

Korban mengaku, harus mendapat perawatan medis karena sesak nafas. sakit bagian dada dan lengan kiri.

"Saya belum bisa bangun. Untuk buang air kecil saja susah dan harus menggunakan popok,'' kata Dedi Iskandar.

Dedi yang saban hari melakukan liputan di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya dan Kabupaten Aceh jaya mengungkapkan, pengeroyokan itu berlangsung saat dirinya sedang duduk santai dan ngopi bersama Kasubbag Humas Polres Aceh Barat, AKP Usman A Yani di Warung Kopi Elnino, Jalan Gajah Mada Meulaboh.

Tiba-tiba tanpa diduga sekelompok orang mendatangi Dedi lalu melakukan kekerasan termasuk dilakukan oknum top manajeman PT TAU berinisial A.

Diduga kekerasan menimpa jurnalis itu berkaitan erat dengan pemberitaan, dimana Dedi pernah menulis berita ancaman tembak yang dilakukan oleh oknum bos PT TAU terhadap wartawan Modus Aceh, Aidil Firmasyah.

Sementara itu, Kepala Biro LKBN Antara Aceh Azhari mengatakan, Polisi harus mengusut tuntas kasus pemukulan oleh sekelompok orang terhadap anak buahnya itu. Tidak bisa membiarkan tindakan premanisme terus terjadi di negeri ini.

"Ini bukan yang pertama di Aceh, tapi sudah berulang kali terjadi.Membiarkan kasus ini akan berakibat rentetan kekerasan lainnya terhadap
insan pers" tegas Azhari.

Tugas wartawan adalah alat kontrol sosial dan menyuarakan informasi untuk kemaslahatan ummat. Dalam kondisi bagaimanapun wartawan harus menyuarakan hak publik. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More