Rabu 22 Januari 2020, 00:05 WIB

Sindikat Narkoba Asal Malaysia Diburu

Sindikat Narkoba Asal Malaysia Diburu

ANTARA
Aparat kepolisian berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu jaringan Malaysia-Sumatra-Jakarta seberat 70 kg

 

KORPS Bhayangkara menggagalkan upaya penyelundupan sabu jaringan Malaysia-Sumatra-Jakarta seberat 70 kg. Paket narkoba itu sengaja dikemas menggunakan dus ikan asin dan kopi bubuk untuk mengelabui petugas.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Halomoan Siregar, mengatakan paketsabu rencananya dikirim melalui Selat Malaka ke Bagansiapiapi, Riau, dan selanjutnya menuju Jakarta melalui jalur darat.

Kasus penyelundupan itu diungkap berdasarkan informasi adanya pengiriman narkoba dari Malaysia melalui jalur laut. “Tim langsung menyelidiki dan diketahui paket sabu sampai di Bagan Siapi-api dan dikirim dengan jasa ekspedisi menuju Jakarta,” kata Krisno di Jakarta, kemarin.

Petugas lalu bergerak dan berhasil meringkus dua pelaku yang berperan sebagai kurir, yaitu DN alias AH, 32, dan SB alias KB, 34. Keduanya ditangkap di parkiran Ruko Sepatan Mas, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (18/1).

Saat diamankan, kedua pelaku yang berada di atas sepeda motor kedapatan membawa dua kardus berisi sabu seberat 45 kg. Penggeledahan berlanjut di rumah tersangka yang diduga dijadikan gudang penyimpanan narkoba di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kota Tangerang.

Di sana petugas kembali menemukan sabu seberat 25 kg, dua dus ikan asin, dan satu dus kopi bubuk. “Kenapa ada kopi dan ikan asin? Dugaan kami itu untuk mengelabui, mungkin pengecekan, apakah dari Lampung atau setelah sampai Jawa di Banten,” kata Krisno.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, menambahkan otak dari penyelundupan ialah warga negara Malaysia. Ia memastikan Polri akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk memburu pemasok barang haram tersebut.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yotje Mende menilai insiden lolosnya sabu dari Malaysia merupakan bentuk kegagalan pihak kepolisian dalam melakukan patroli di perairan.
Ia mengingatkan agar kepolisian meningkatkan sinergi dengan instansi terkait, seperti Bakamla, Kementrian Kelautan dan Perikanan, termasuk paguyuban nelayan guna mempersempit ruang gerak penyelundupan via laut. (Tri/Medcom/J-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More