Selasa 21 Januari 2020, 23:40 WIB

Mengurangi Gunungan Sampah Plastik

Liliek Dharmawan | Nusantara
Mengurangi Gunungan Sampah Plastik

ANTARA
Sampah Plastik

 

MUSUH bersama itu bernama sampah plastik. Perang pun dikobarkan di sejumlah daerah lewat berbagai program.

Di Banyumas, Jawa Tengah, Bupati Achmad Husein meluncurkan Sampah Online Banyumas (Salinmas) Kresek. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk meminta pengangkutan sampah plastik. Pengangkutan dilaksanakan Kelompok Swadaya Masyarakat.

“Untuk tahap awal ini, kami terapkan di Kota Purwokerto dulu. Dua bulan lalu, kami sudah meluncurkan Salinmas Organik. Kedua aplikasi itu membiasakan warga untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah,” tambah Husein, di depan Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (21/1).

Dari laporan sang bupati, Ganjar mengakui Salinmas Kresek dan Salinmas Organik merupakan inovasi baru sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan. “Terus berinovasi untuk kemudahan masyarakat.”

Setelah dua bulan mengelola sampah organik, tambah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas, Suyanto, warga mendapat tambahan penghasilan. “Sampah organik dicacah menjadi bubur dan bisa dijual Rp400 per kilogram.”

Sementara sampah kresek juga akan diperlakukan serupa. Harga jualnya mencapai Rp6.000 per kg.
Sementara di Klungkung, Bali, Bupati I Nyoman Suwirta menggulirkan program Gema Tansaplas atau Gerakan Bersama Puputan Sampah Plastik. Setiap organisasi perangkat daerah akan melaksanakan tugasnya sesuai bidang masing-masing.

“Program ini berupaya mengubah pola pikir masyarakat untuk mengatasi masalah sampah plastik. Kami akui, hasil aksi bersih-bersih yang dilakukan hasilnya belum memuaskan,” tuturnya.

Gema Tansaplas mengharuskan warga memilah sampah dari rumah. Sampah plastik dikumpulkan, dijual ke pengepul. Sementara sampah organik akan diolah menjadi pupuk.

“Di desa, pengolahan dilakukan di tempat olah sampah setempat. Kami juga akan membentuk koperasi sebagai pengelola sampah, sehingga pemerintah bisa membantu dengan dana hibah,” tandas Suwirta.


Pramestha disetop

Kabar baik bagi lingkungan juga datang dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sang bupati, Aa Umbara akhirnya menghentikan pembangunan komplek perumahan mewah Pramestha Resort Town, di Kecamatan Lembang.

Komplek itu dibangun di Kawasan Bandung Utara, yang merupakan wilayah resapan dan konservasi. Pembangunan ditentang pemerhati lingkungan, termasuk Gubernur Ridwan Kamil.

Bahkan Gubernur sudah mengeluarkan instruksi kepada Bupati Bandung Barat untuk menghentikan pembangunan. “Sesuai surat gubernur, kami harus menghentikan sementara proyek ini,” ungkap Umbara.

Namun, tidak semua kegiatan diberhentikan. Di antaranya penanaman rumput, supaya tidak terjadi longsor.

Selasa (21/1), Umbara mendatangi kawasan Pramestha. “Penghentian sementara untuk pembangunan fisik saja. Saya akan temui Gubernur untuk membahas kelanjutan proyek ini.”

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bandung Barat, Ade Zakir menambahkan Pramestha sudah mengantongi izin dari rekomendasi dari provinsi sejak 2008-2009, termasuk Amdal. “Peruntukkanya pembangunan resor, yang secara data teknis dan administrasi sudah aman. Soal posisinya di patahan Lembang, pasti sudah ada kajian tersendiri, saat izin diberikan.”

Di Karanganyar, Jawa Tengah, upaya polres menjaga kawasan hutan membuahkan hasil. Seorang pembalak, ST, 46 ditangkap saat beraksi di tengah tegakan hutan.

“Kami menyita kayu hasil pembalakan dan gergaji mesin yang digunakan untuk memotong kayu,” ungkap Kapolres AKB Leganek W.

Pelaku menyasar hutan dengan tegakan pohon pinus. Kawasan hutan yang disasar, secara hukum merupakan wilayah kewenangan Perhutani. (RS/DG/WJ/N-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More