Selasa 21 Januari 2020, 22:25 WIB

Polisi Prancis Tangkap 7 Orang Terkait Rencana Teror

Polisi Prancis Tangkap 7 Orang Terkait Rencana Teror

AFP
Polisi Prancis Tangkap 7 Orang Terkait Rencana Teror

 

PASUKAN keamanan Prancis, Senin (20/1), menangkap tujuh orang yang diyakini merencanakan serangan teror di negara itu dan bersiap untuk melakukan perjalanan ke zona konflik di Irak dan Suriah.

Mereka ditahan oleh badan intelijen domestik Prancis, DGSI, di kota pantai barat Brest dan wilayah Finistere di sekitarnya. Beberapa dari mereka berada dalam daftar ‘Fiche S’ negara yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan karena kaitan mereka dengan kelompok militan.

Investigasi akan menentukan sejauh mana tersangka telah bergerak dalam rencana mereka untuk serangan dan penerbangan ke Timur Tengah.

Perancis telah waspada sejak gelombang serangan kelompok ekstremis yang dimulai pada 2015 yang telah menewaskan lebih dari 250 orang.

Lusinan warga Prancis juga bergabung dengan kelompok Islamic State (IS) di Suriah dan Irak sebelum pasukan koalisi pimpinan AS mengusir gerilyawan tahun lalu.

Para pemimpin IS juga mendesak pengikut di Prancis untuk melakukan serangan sendiri, sering menargetkan pasukan keamanan, dan para pejabat mengatakan ancaman serangan IS lebih lanjut tetap tinggi.

Sementara itu, Inggris akan menerapkan vonis penjara yang lebih berat bagi terpidana teroris. Keputusan tersebut sebagai bagian dari serangkaian langkah mengatasi terorisme, Selasa (21/1).

Perdana Menteri Boris Johnson berjanji akan melakukan perubahan setelah serangan terjadi di dekat Jembatan London pada November. Pada saat itu, terpidana teroris Usman Khan, yang dibebaskan lebih awal, menewaskan dua orang.

Khan divonis minimal delapan tahun penjara pada 2012, dengan syarat dewan pembebasan menilai tingkat bahaya sosok itu terhadap publik sebelum ia dibebaskan. Ia dibebaskan pada Desember 2018 tanpa penafsiran semacam itu.

“Serangan teror yang tak masuk akal di Fishmongers’ Hall pada November membenturkan kami dengan beberapa kebenaran yang sulit tentang bagaimana kami menangani pelaku teror,” kata Mendagri Priti Patel.(AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More