Selasa 21 Januari 2020, 17:04 WIB

Masyarakat Sipil Mesti Ikuti Prosedur untuk Rakit Pesawat

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Masyarakat Sipil Mesti Ikuti Prosedur untuk Rakit Pesawat

MI/Susanto
Perakit Pesawat Terbang Haerul (kanan) mendapat penjelasan soal mesin pesawat dari Wakil Ketua Indonesia Flying Club (IFC) Untung Medianto

 

BAGI masyarakat sipil, merakit pesawat sendiri sedianya bukan hal yang dilarang. Dengan catatan, proses perakitan wajib dijalankan dengan prosedur yang benar.

Ketua Komite Pesawat Terbang Bermotor dan Swayasa Untung Medianto menjelaskan, dalam merakit pesawat, seseorang biasanya bertumpu pada blueprint.

Untuk mendapatkan blueprint pesawat, individu tersebut harus membeli dari perusahaan produsen resmi.

"Kalau kita punya sparepartnya, kita tinggal beli blueprint saja. Tapi kalau sparepart belum ada, sekalian sparepartnya," ujar Untung di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/1).

Kendati sudah memegang blueprint sebagai tumpuan, individu perakit harus tetap diawasi oleh instruktur.

"Selama ini, biasanya, para perakit pesawat swayasa adalah orang-orang yang telah tergabung ke dalam asosiasi penerbangan, terdapat instruktur yang siap mengawasi proses perakitan," tuturnya.

Baca juga: Haerul, Perakit Pesawat Lulusan SD akan Dibina TNI AU dan FASI

Menanggapi kabar viral Haerul seorang warga Pinrang, Sulawesi Selatan, yang bisa merakit pesawat sendiri tanpa pengawasan profesional, Untung mengaku sangat kagum. Namun, di sisi lain, ia menekankan hal tersebut sangat berbahaya.

"Haerul itu membuat pesawat hanya berdasarkan panduan dari Youtube. Bukan dari blueprint. Padahal di dunia penerbangan, kalau masyarakat sipil mau membuat pesawat itu harus bertumpu pada blueprint dan harus di bawah pengawasan instruktur," ucapnya.

Ke depannya, pihaknya akan memberikan pembinaan dan edukasi yang tepat kepada Haerul sehingga bisa membuat pesawat terbang dengan prosedur yang benar.

"Haerul ini punya bakat yang luar biasa. Pakai mesin motor saja pesawatnya bisa terbang. Apalagi pakai mesin pesawat asli. Kami akan menjadi wadah untuk mengembangkan bakat itu. Indonesia butuh orang seperti Haerul," tukasnya.

Adapun, Haerul mengaku senang dan antusias untuk mengikuti berbagai program yang ditawarkan.

"Saya ingin belajar untuk bisa membuat pesawat yang benar," ucap Haerul.(OL-5)

Baca Juga

MI/SUPARDJI RASBAN

Komisi I DPR Minta Karantina Wilayah Disegerakan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 01 April 2020, 10:29 WIB
Berbagai kebijakan sudah berjalan selama 1 bulan selama adanya korona belum bisa menekan perkembangan virus...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KPK Buka Kunjungan Daring Rutan

👤DHIKA KUSUMA WINATA 🕔Rabu 01 April 2020, 10:10 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang kebijakan penutupan layanan kunjungan tahanan secara tatap muka di tengah pandemi virus...
MI/M Irfan

Yasonna Pastikan WNA Pekerja Proyek Strategis Boleh Masuk RI

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 09:46 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menerbitkan aturan yang melarang bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk ke wilayah Indonesia,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya