Selasa 21 Januari 2020, 15:30 WIB

Penataan Kawasan Monas Molor, Dinas Citata Denda Kontraktor

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Penataan Kawasan Monas Molor, Dinas Citata Denda Kontraktor

MI/Bary Fathahilah
Aktivitas proyek revitalisasi Monas di taman silang Merdeka, Jakarta, Minggu (19/1).

 

PENGERJAAN penataan kawasan Monas telah mundur dari target awal. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan penataan kawasan Monas dengan nilai Rp71,3 miliar itu dikerjakan awal November dan seharusnya selesai akhir Desember lalu.

Namun, karena proyek belum selesai pihaknya memberikan perpanjangan waktu 50 hari kepada kontraktor untuk menyelesaikannya.

Baca juga:Riza Patria Siap Mundur dari DPR jika Dipilih jadi Wagub DKI

"Ya mundur. Kita beri kesempatan 50 hari. Ini sudah ada (denda) 1/1.000 nilai kontrak perhari," ungkap Heru di Balai Kota, Selasa (21/1).

Dalam pasal 120 Peraturan Presiden No 70/2002 tentang Sanksi Keterlambatan, penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana yang ditetapkan dalam kontrak barang dan jasa dikenakan denda keterlambatan 1/1.000 dari total nilai proyek perhari.

Jika dihitung dari per-1 Januari hingga hari ini, kontraktor telah terkena denda sebesar Rp1,49 miliar.

Heru pun menyebut, pihaknya belum akan menetapkan putusan wanprestasi kepada kontraktor karena pengerjaan proyek masih terus berjalan. Keputusan wanprestasi akan diberikan manakala hingga perpanjangan waktu pelaksanaan proyek diberikan telah usai, namun proyek belum selesai.

Pihaknya pun tidak akan segan memasukkan kontraktor dalam daftar hitam dan tidak bisa lagi mengikuti tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov DKI. "Wanprestasi itu nanti kalau lewat 50 hari dia tidak selesai. Saat ini kita lihat saja dulu. Menurut penglihatan saya, ini jalannya masih bagus kok," ujarnya.

Baca juga: Kontraktor Dinilai Tak Meyakinkan, Pemprov DKI: Lihat Hasilnya

Menurut Heru, pengerjaan proyek sedianya memang harus dilakukan selama tiga bulan.

"Harusnya tiga bulan. Kita inginnya September itu jalan, Desember selesai. Tapi karena ada bahan yang kurang dan lama diserahkan oleh konsultan desain pemenang sayembaranya, akhirnya November baru dikontrak," ungkapnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More