Selasa 21 Januari 2020, 14:47 WIB

Kalsel Siaga Bencana, Daerah Diminta Tingkatkan Mitigasi Bencana

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Siaga Bencana, Daerah Diminta Tingkatkan Mitigasi Bencana

ANTARA
Gubernur Kalsel sudah menertibkan surat edaran kepada pemkab/kota untuk meningkatkan kesiagaan atau mitigasi bencana di daerah masing-masing

 

KABUPATEN-kabupaten di Kalimantan Selatan diminta meningkatkan kesiagaan atau mitigasi bencana seiring meningkatnya intensitas bencana memasuki musim penghujan. Respons time penanganan bencana di Kalsel ditingkatkan maksimal 12 jam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyuddin Ujud mengatakan saat ini Kalsel dalam status darurat siaga bencana banjir dan tanah longsor.

Gubernur Kalsel sudah menertibkan surat edaran kepada pemkab/kota untuk meningkatkan kesiagaan atau mitigasi bencana di daerah masing-masing. Mitigasi bencana dimaksud berupa tindakan antisipasi bencana dengan menyiapkan posko bencana, personil dan peralatan untuk penanganan bencana. Daerah juga diminta memantau kondisi drainase, embung, jembatan terutama masalah sampah.

"Daerah juga diminta menyiapkan anggaran penanganan bencana serta proses evakuasi jika terjadi bencana. Dan tidak ketinggalan soal perbaikan sistem komunikasi bencana," tambahnya.

BPBD Kalsel juga telah meningkatkan respons time atau waktu penanganan bencana maksimal 12 jam setelah bencana terjadi di lokasi terjauh di Kalsel. Respons time ini telah dibuktikan saat peristiwa bencana kebakaran besar yang melanda ratusan rumah warga di Pulau Sebuku, pulau terpencil di wilayah Kabupaten Kotabaru beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Wahyudin menambahkan kesiagaan terhadap ancaman bencana ini tidak hanya di wilayah daratan tetapi juga di perairan. Berdasarkan data BMKG Kalsel cuaca buruk berupa gelombang tinggi juga melanda wilayah perairan, sehingga nelayan, warga pesisir maupun operator pelayaran untuk mewaspadainya.

baca juga: Dua Kasus Korupsi di Karawang Naik ke Tingkat Penyidikan

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Muhari mengatakan berdasar data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel tercatat sepanjang 2019 lalu terjadi 211 kali bencana saat musim penghujan berupa banjir 66 kali, tanah longsor 16 kali dan angin kencang 129 kali. Bencana banjir menyebabkan 37 rumah hancur dan jumlah korban terdampak 8.719 keluarga atau 31.957 jiwa. Bencana tanah longsor menyebabkan 20 rumah yang dihuni 22 keluarga rusak. Sedangkan angin kencang membuat 605 buah rumah hancur dan 1.913 warga menjadi korban. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Solmi

Khawatir Virus Korona, Orang Rimba Memilih Masuk Hutan lagi

👤Solmi 🕔Jumat 03 April 2020, 18:30 WIB
Orang Rimba, jelas dia, menyebut virus korona sebagai gelaba godong atau wabah...
Antara

Dua Tempat ini Disiapkan Jadi Lokasi Karantina di DIY

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 03 April 2020, 18:25 WIB
Di Pusdiklat, menurut dia, bisa menampung 150 orang, sedangkan Asrama Haji sekitar 300...
MI/Dwi Apriani

Kasus 12 Positif Korona di Sumsel Kerabat Mendiang Kasus 01

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 03 April 2020, 18:19 WIB
"Kasus 12 ini merupakan keluarga pasien 01 yang sudah meninggal dunia. Ini bukan transmisi lokal. Karena kasus 12 juga ke Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya