Selasa 21 Januari 2020, 15:00 WIB

Ini Bahaya Merokok dan Minum Alkohol pada Trisemeter Kehamilan

Fathurrozak | Weekend
Ini Bahaya Merokok dan Minum Alkohol pada Trisemeter Kehamilan

unsplash.com
ilustrasi

ANAK-anak yang lahir dari ibu yang masih minum alkohol dan merokok setelah trimester pertama kehamilan, memiliki risiko 12 kali lipat Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS-Sudden Infant Death Syndrome).  Risiko itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar atau hanya terpapar alkohol dan rokok pada trimester pertama kehamilan. 

Hal tersebut merupakan hasil studi terbaru yang dilakukan Safe Passage Study, pekan lalu. Penelitian itu didukung oleh National Institute of Health, lembaga departemen kesehatan dan layanan masyarakat Amerika.

SIDS adalah kematian bayi yang berusia di bawah satu tahun secara mendadak dan tidak dapat dijelaskan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa risiko SIDS meningkat akibat ibu merokok selama masa kehamilan. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa paparan alkohol prenatal, terutama dengan konsumsi jumlah banyak selama kehamilan, dapat meningkatkan risiko SIDS. 

Safe Passage Study yang didanai NIH memberikan gambaran risiko SIDS dipengaruhi oleh waktu dan jumlah paparan pralahir dari tembakau dan alkohol. Suatu laporan penelitian muncul di Eclinical Medicine, jurnal online yang diterbitkan oleh The Lancet. "Ini merupakan studi prospektif berskala besar pertama yang menyelidiki secara dekat hubungan antara alkohol prenatal dan paparan tembakau dan risiko SIDS," kata penulis utama Amy J. Elliott, Ph.D., dari Pusat Kesehatan Pediatric dan Komunitas Avera, dikutip dari ScienceDaily. Penelitian ini dilakukan di Sioux Falls, Dakota Selatan, Amerika. 

"Temuan kami menunjukkan bahwa paparan kombinasi alkohol dan tembakau memiliki efek yang sejalan pada risiko SIDS, mengingat bahwa paparan ganda dikaitkan dengan risiko yang secara substansial lebih tinggi daripada paparan masing-masing saja."

Untuk meneliti ini, tim ilmuwan yang terdiri dari beberapa anggota, dari seluruh AS dan di Afrika Selatan, membentuk Jaringan Prenatal Alcohol in SIDS and Stillbirth (PASS). Dari 2007 hingga 2015, para peneliti PASS Network mengikuti hasil dari hampir 12 ribu kehamilan di antara wanita dari dua daerah perumahan di Cape Town, Afrika Selatan dan lima  wilayah di AS, termasuk dua Reservasi Indian Amerika di Dakota Selatan dan Dakota Utara. Lokasi penelitian dipilih karena tingginya tingkat penggunaan alkohol pralahir dan SIDS. 
Selain itu, juga untuk memasukkan populasi di mana perbedaan etnis dan sosial ekonomi dalam SIDS tetap tidak diketahui.

Para peneliti menentukan hasil satu tahun untuk sekitar 94% kehamilan. Mereka menemukan bahwa 66 bayi meninggal selama waktu itu, termasuk 28 kematian SIDS, dan 38 kematian dari penyebab yang diketahui.  Selain peningkatan risiko SIDS hampir 12 kali lipat dari akibat gabungan merokok dan minum alkohol di luar trimester pertama kehamilan, mereka menentukan bahwa risiko SIDS meningkat lima kali lipat pada bayi yang ibunya melaporkan bahwa mereka terus merokok setelah trimester pertama, dan empat kali lipatnya pada bayi yang ibunya melaporkan mereka terus minum alkohol setelah trimester pertama. Risiko-risiko ini dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar tembakau atau alkohol selama kehamilan atau yang ibunya berhenti merokok atau konsumsi alkohol pada akhir trimester pertama. 

"The Safe Passage Study memberikan informasi baru yang penting tentang peran paparan ganda terhadap merokok dan minum alkohol sebelum melahirkan sebagai faktor risiko SIDS,’ kata penulis Hannah C. Kinney MD, dari Departemen Patologi di Rumah Sakit Anak Boston dan Harvard. "Temuan kami mendukung rekomendasi saat ini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Ahli Bedah Umum AS, dan Organisasi Kesehatan Dunia bahwa perempuan tidak minum atau merokok selama kehamilan, dan menekankan bahayanya paparan ganda (rokok dan alkohol) yang memberikan risiko terbesar bagi kematian bayi," imbuhnya.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin NIH Institutes yang menyediakan dana utama untuk Safe Passage Study mengatakan temuan ini memberikan lebih banyak bukti tentang pentingnya lingkungan prenatal awal untuk kondisi pascakelahiran yang sehat. Sejauh ini, perempuan berhenti minum dan merokok hanya setelah mereka mengetahui bahwa dirinya hamil, penelitian ini berpendapat kuat untuk skrining penggunaan narkoba pada awal kehamilan. "Penelitian ini juga menyerukan pesan kesehatan masyarakat yang lebih kuat mengenai bahaya minum dan merokok selama masa kehamilan, dan untuk para perempuan yang merencanakan kehamilan." (M-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More