Selasa 21 Januari 2020, 14:32 WIB

Katreskrim Polres Ringkus 26 Pelaku Curanmor, Satu Orang Ditembak

Benny Bastiandy | Nusantara
Katreskrim Polres Ringkus 26 Pelaku Curanmor, Satu Orang Ditembak

MI/Benny Bastiandy
Pelaku curas dan curanmor yang diamankan di Polres Cianjur, Selasa (21/1/2020).

 

JAJARAN Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat terpaksa menembak kaki seorang pelaku curanmor, karena berupaya melarikan diri saat akan ditangkap. Langkah itu juga sebagai bentuk penegasan aparat kepolisian terhadap para pelaku kejahatan menyusul terungkapnya 16 kasus curas dan curanmor kurun 20 hari terakhir.

Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto mengatakan Tim Khusus Satreskrim Polres Cianjur meringkus 26 pelaku curas dan curanmor selama periode 1-20 Januari. Dari 26 pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 36 unit sepeda motor dan 1 unit mobil.

"Ada satu orang pelaku yang kami lakukan tindakan tegas terukur," kata Juang di Mako Polres Cianjur, Selasa (21/1).

Modus yang dilakukan pelaku terbilang masih klasik, yakni dengan merusak kunci menggunakan leter T. Sasarannya, kendaraan yang tengah di parkir di pusat perbelanjaan dan tempat parkir serta di garasi rumah.

"Barang bukti yang kami amankan juga ada 12 buah kunci leter T, termasuk sejumlah senjata tajam seperti golok dan samurai," beber Juang.

Ke 26 pelaku itu berbeda-beda komplotan. Sebanyak 6 orang di antara  tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.

Target lokasi kejahatannya menyebar di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Cianjur. Jaringan pelaku tak hanya berada di Cianjur saja, tapi juga komplotan dari jaringan Sukabumi dan Bogor, Lampung, serta Jakarta.

"Rata-rata, kendaraan hasil pencurian ini mereka pasarkan ke luar kota," ucap Juang.

Kasatreskrim Polres Cianjur Ajun Komisaris Niki Ramadhany menegaskan akan melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku kejahatan yang terindikasi membawa senjata tajam maupun senjata api. Sebab, mereka bisa saja akan mengancam keselamatan petugas.

"Kami tak akan tolerir. Bila perlu, tembak mati. Termasuk bagi residivis, wajib kita melakukan tindakan tegas terukur," tegas Niki.

baca juga: Bank Indonesia Tertibkan 41 KUPVA Tak Berizin di Bali

Wilayah hukum Polres Cianjur, kata Niki, merupakan jalur perlintasan. Kondisi itu perlu diantisipasi karena tidak menutup kemungkinan para pelaku curanmor ataupun curas dan curat merupakan jaringan komplotan dari luar daerah.

"Intinya, kami terus memberantas terhadap segala bentuk tindak kejahatan untuk menjaga kondusivitas wilayah," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More