Selasa 21 Januari 2020, 12:43 WIB

Serbu Wilayah Perbatan, Meksiko Usir Karavan Imigran

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Serbu Wilayah Perbatan, Meksiko Usir Karavan Imigran

Rombongan imigran Asal Amerika Tengah, mayoritas dari Honduras, melintasi Sungai Suichate untuk mencapai wilayah Amerika Serikat (AS).
Johan ORDONEZ/AFP

 

RATUSAN warga Amerika Tengah dari kafilah imigran baru mencoba menyerbu wilayah Meksiko, pada Senin waktu setempat. Mereka mengarungi sungai yang memisahkan negara itu dari Guatemala.

Namun, Pengawal Nasional menembakkan gas air mata untuk memaksa mereka kembali. Kafilah 2020, sebutan bagi 3.500 imigran tidak berdokumen yang berasal dari Amerika Tengah. Ribuan orang berkumpul di tepian Sungai Suichate saat fajar tiba. Mereka menuntut otoritas imigrasi agar mengizinkan perjalanan ke Amerika Serikat (AS).

Ketika pihak berwenang tidak segera menanggapi, para migran mulai mengarungi sungai yang dangkal sepanjang tahun ini. Pasukan Meksiko menembakkan gas air mata untuk memaksa mereka kembali, dan kemudian berujung pada kekacauan dengan kerumunan orang memukul-mukul sungai.

Puluhan imigran mengikat kain di wajah untuk melindungi diri dari gas. Mereka juga melempar batu besar ke arah polisi militer yang menjaga perbatasan.

"Biarkan kami lewat! Letakkan tanganmu di dadamu," teriak seorang imigran, Jorge, yang mencoba mengarungi sungai bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Baca juga: Trump Perintahkan Penangkapan 2.000 Keluarga Imigran Ilegal

Puluhan imigran berhasil melewati penjagaan keamanan, namun mayoritas dipaksa kembali. Otoritas berwenang menyatakan 200 orang yang lolos berhasil ditahan. Koresponden AFP melihat sekelompok besar imigran ditangkap di sepanjang jalan raya dan dimasukkan ke dalam bus dan truk. Sebagian dari mereka mencoba melarikan diri, namun upaya itu gagal.

Otoritas imigrasi Meksiko menegaskan kesiapan menyambut orang asing, selama masuk dengan cara sah, aman dan tertib. "Mereka berusaha menipu kami. Mereka memberitahu kami untuk memasuki negara ini secara legal. Tetapi kemudian mereka mendeportasi kami," ujar seorang imigran, Tania, yang mengikuti karavan sejak Minggu lalu dari San Pedro Sula, Honduras.

"Saya meminta Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, untuk mendengar hati nuraninya dan membiarkan para imigran lewat,” tutur imigran lain, Elvis Martinez.

Tahun lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif tinggi, jika Meksiko tidak melakukan upaya menghentikan lonjakan warga Amerika Tengah tidak berdokumen masuk ke perbatasan AS-Meksiko.(OL-11)

Baca Juga

AFP/JIM WATSON

Trump Tuduh Rumah Sakit Menimbun Ventilator

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:20 WIB
Presiden Donald Trump menuduh rumah sakit, Minggu (29/3), menimbun ventilator yang kini ketersediaannya langka di seluruh Amerika Serikat...
AFP/Muhammad Haj Kadour

Suriah Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:54 WIB
Negara yang kerap diguncang perang semakin khawatir dengan pandemi covid-19. Apalagi, sudah ada korban meninggal akibat virus...
Courtesy: Sven Teschke/Creative Commons/AFP

Cemas Covid-19, Menkeu Negara Bagian Hesse, Jerman Bunuh Diri

👤Deri Dahuri 🕔Senin 30 Maret 2020, 11:55 WIB
Menkeu Negara Bagian Hesse, Jerman, Thomas Schaefer bunuh diri diduga akibat mengalami 'kecemasan berat'  terkait bagaimana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya