Selasa 21 Januari 2020, 11:57 WIB

Jokowi Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah di Labuan Bajo

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Jokowi Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah di Labuan Bajo

Dok.Setkab
Presiden Joko Widodo saat menyerahkan sertifikat tanah di Labuan Bajo

 

PRESIDEN Joko Widodo secara simbolis menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/1).

Acara digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Jokowi secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 orang perwakilan penerima.

Saat prosesi penyerahan, Jokowi menjelaskan di seluruh Indonesia seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang bersertifikat. Tetapi hingga 2015, baru 46 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat.

“Yang belum itu 80 juta sertifikat tanah. Artinya punya tanah tapi tidak pegang sertifikat, kemudian tumpang tindih, akhirnya sengketa di mana-mana,” ujar Jokowi melalui keterangan resmi, Selasa (21/1).

Oleh karena itu, Presiden memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat melalui Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Pada 2017 rampung 5,4 juta sertifikat. Pada 2018, saya perintah tujuh juta, rampung juga, malah 9 juta. Kemudian 2019 juga sembilan juta rampung,” tuturnya.

Baca juga: Kejagung Sita Polis dan Sertifikat Tanah Tersangka Jiwasraya

Dengan adanya percepatan penerbitan sertifikat, Kepala Negara optimistis sengketa lahan yang kerap terjadi di masyarakat akan berkurang. Pasalnya sertifikat adalah tanda bukti hukum hak atas tanah yang masyarakat miliki.

Selain itu, Presiden juga berpesan kepada penerima sertifikat untuk menjaga kertas berharga itu dengan baik dengan cara memberi plastik, memfotokopi dan menyimpan di tempat yang aman.

“Sertifikat yang asli taruh di lemari satu, yang fotokopi taruh lemari yang satu lagi. Kalau yang asli hilang masih ada fotokopinya, ngurusnya mudah ke BPN karena ada fotokopinya,” ucap Jokowi.

Presiden menambahkan walaupun sertifikat tanah bisa dijadikan sebagai agunan ke bank, masyarakat harus tetap hati-hati. Kalkulasi harus dilakukan dengan sangat matang sebelum masyarakat mengagunkan sertifikat tersebut.

“Kalau mau pinjam uang ke bank hati-hati, dihitung, dikalkulasi dulu, jangan sampai sertifikat jadi, langsung pinjam ke bank. Kemudian tidak bisa mengembalikan, sertifikatnya hilang,” pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Hafidz Mubarak A

Presiden Terbitkan Perpres Supervisi Kasus Korupsi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:54 WIB
Dalam beleid turunan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi itu diatur mekanisme supervisi dan pengambilalihan kasus...
Antara/renoEsnir

Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokrosaputro Ajukan Banding

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:35 WIB
Permohonan banding Komisaris PT Hanson International itu sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri...
MI/Dwi Adam

Wapres: Demokrasi Jangan Cuma Formalitas

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 16:08 WIB
“Kita perlu terus berupaya meningkatkan kualitas demokrasi untuk memastikan implementasinya semata-mata bukan hanya untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya