Selasa 21 Januari 2020, 08:50 WIB

Lima Kawasan di Labuan Bajo Mulai Ditata

Dhika Kusuma Winata | Nusantara
Lima Kawasan di Labuan Bajo Mulai Ditata

Dok. Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ibu Negara Iriana di dalam kapal pinisi saat berlayar di perairan Labuan Bajo.

 

PRESIDEN Joko Widodo ­meminta pengembangan destinasi wisata superpremium Labuan Bajo mulai dibenahi pada awal tahun ini. Presiden menetapkan sedikitnya lima zona atau kawasan yang perlu ditata dengan target mendatangkan wisatawan berpengeluaran besar.

“Semuanya ini kita siapkan dan kita harapkan akhir tahun ini selesai sehingga di 2021 Kementerian Pariwisata bisa langsung promosi besar-besaran,” ujar Jokowi seusai rapat ­terbatas membahas pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kemarin.

Presiden menyampaikan pekerjaan besar penataan destinasi di Labuan Bajo harus diselesaikan tahun ini, seperti infrastruktur, pembenahan lanskap, sampah, serta ketersediaan air baku. Penataan perlu dipersiapkan dari sekarang agar Labuan Bajo siap digunakan sebagai tempat perhelatan G-20 dan ASEAN Summit pada 2023.

Presiden menyampaikan lima kawasan yang perlu ditata ialah Bukit Pramuka, Kampung Air, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, kawasan marina, dan zona Kampung Ujung.

Kelima zona itu akan ditata menjadi sebuah ruang publik yang berkaitan untuk menciptakan lanskap indah dan menjadi penggerak pembangunan serta pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.

Presiden mengatakan ­fasilisitas penginapan untuk hotel juga perlu ditambah meski di sana sudah ada beberapa hotel berbintang dengan berbagai fasilitas.

Jokowi pun berpesan agar masyarakat setempat harus dipastikan turut ambil bagian dalam pengembangan wisata tersebut. Ia menginginkan masyarakat lokal menikmati dan menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan.

Turut hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri PU-Pera Basuki ­Hadimuljono, Menteri Perhu-bungan Budi Karya, dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Di samping itu, ada Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. (Dhk/JL/PO/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More