Selasa 21 Januari 2020, 06:45 WIB

Media Group Jaring Suara Tokoh Publik

Syaikhu Baghawi | Politik dan Hukum
Media Group Jaring Suara Tokoh Publik

Dok NRC
TIM NRC Media Group tengah melakukan proses koding hasil jajak pendapat.

 

MENYONGSONG 100 hari pertama Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, News Research Center (NRC) Media Group akan meluncurkan Jajak Pendapat Suara Tokoh Publik di 34 Provinsi di Indonesia.

Head of NRC Media Group Ade Alawi mengatakan jajak pendapat tersebut untuk mengetahui penilaian tokoh publik yang berada di Ibu Kota Provinsi tentang implementasi visi dan misi Jokowi-Amin selama 100 hari pemerintahan mereka bekerja.

"Tokoh publik yang kami jaring pendapatnya adalah mereka yang menjadi opinion leader (pemimpin pembentukan opini) di daerah. Mereka yang sering diwawancarai atau dikutip namanya oleh media di daerah," katan Ade di Komplek Media Group, Kedoya, Jakarta, Senin (20/01) malam.

Baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Alutisista di Natuna

Namun, Ade memberikan batasan bahwa tokoh publik yang dimaksud bukan aparatur sipil negara (birokrat), kepala daerah, anggota partai politik, dan TNI/Polri.

"Kami menggunakan jaringan jurnalis Metro TV dan Media Indonesia untuk mendapatkan nama-nama tokoh di 34 provinsi," ujarnya.

Pihaknya, kata Ade, beberapa kali melakukan penyisiran terhadap tokoh publik yang akan dijadikan narasumber jajak pendapat.

"Banyak di antaranya tokoh pengusaha atau pemuda di daerah, misalnya, ternyata mereka anggota partai politik. Akhirnya, kami coret namanya dari daftar," ujarnya.

Ade menjelaskan, setelah pihaknya menentukan tokoh publik, menghubunginya untuk bersedia menjawab pertanyaan via kuesioner.

"Proses pengembalian kuesioner sudah selesai. Kini tengah proses koding untuk merumuskan hasil jajak pendapat," ungkapnya.

Pertanyaan dalam kuesioner, kata dia, meliputi Panca Kerja Pemerintahan Jokowi, yakni pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penyederhanaan regulasi, pemangkasan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

"Selain itu, kami juga melontarkan pertanyaan yang bersifat terbuka ke narasumber, seperti soal Natuna, korupsi, penghapusan UN, ibu kota baru, dan lain sebagainya," terangnya.

Proses akhir dari jajak pendapat, lanjutnya, sebelum dipublikasikan pada 28 Januari, NRC akan menggelar focus group discussion (diskusi kelompok terarah) dengan lima pimpinan lembaga survei di Tanah Air pada Rabu (22/01) di gedung Media Group.

"Ini semacam uji sahih terhadap jajak pendapat yang kami gelar," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More