Selasa 21 Januari 2020, 04:05 WIB

Mitigasi Kurang, Bencana pun Datang

MI | Nusantara
Mitigasi Kurang, Bencana pun Datang

Dok. MI
Jembatan gantung ambruk

 

KECELAKAAN di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Gulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Minggu (19/1) sore lalu, sebenarnya tidak perlu terjadi jika masyarakat memiliki pengetahuan mitigasi yang baik. Hari itu, puluhan warga naik ke sebuah jembatan gantung untuk melihat sungai yang berarus deras akibat guyuran hujan.

Nahas, tali jembatan yang terbuat dari baja terputus karena tidak mampu menahan beban banyaknya warga. Arus deras membuat warga terbawa air. Setelah dilakukan pencarian, 10 orang ditemukan tewas dan 10 lainnya selamat.

“Pencarian terus dilakukan tim gabungan. Diduga masih ada beberapa korban yang belum ditemukan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaur, Ujang Syafiri, kemarin.
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, menyesalkan kejadian tersebut.
“Seharusnya warga tidak menjadikan peristiwa alam sebagai tontonan karena berpotensi menjadi bencana seperti yang terjadi di Kaur.”

Intensitas hujan yang tinggi juga membuat Sungai Ngareng di Desa Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meluap. Kemarin, puluhan rumah warga terendam air hingga 50 sentimeter.

Bupati Blora Djoko Nugroho bersyukur banjir segera surut sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar. “Tim gabungan juga bergerak cepat membantu warga. Saat ini, tim juga membantu warga membersihkan rumah mereka dari tumpukan lumpur.”

Di Banyuwangi, Jawa Timur, warga Dusun Krajan Timur, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, terkepung banjir setinggi 1 meter. “Sungai tersumbat sampah sehingga arus deras air saat hujan deras tidak lancar mengalir,” tutur petugas BPBD, Imam Mahdi.

Banjir juga menyebabkan jalur transportasi Jember-Banyuwangi macet. Tim penanggulangan bencana pun bergerak melakukan pengaturan lalu lintas, pembenah­an gorong-gorong, dan pelancaran arus air di sungai.

Dodi Reza Alex juga tidak mau daerahnya menderita kerugian besar akibat banjir. Karena itu, Bupati Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, itu, memerintahkan semua kepala desa dan camat untuk tidak meninggalkan wilayah kerjanya.

“Di musim penghujan, bencana alam masih tetap jadi ancaman. Camat yang yang meninggalkan tempat di masa-masa ini akan saya pecat,” janjinya.

Daerah ini, lanjutnya, menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor.  Selama musim penghujan, camat bertugas menjaga, melihat, dan menginventarisasi potensi bencana alam yang bisa terjadi. “Ada banyak kecamatan yang rawan banjir dan longsor karena berada di aliran Sungai Musi.” (MY/Fer/AS/UA/DW/WJ/LD/TB/YH/AT/AU/UL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More