Senin 20 Januari 2020, 22:15 WIB

Cuaca Ekstrem Australia Landa Australia

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Cuaca Ekstrem Australia Landa Australia

AFP
Seorang anak kecil berlarih menuju badai debu di Mullengudgery, New South Wales, Australia.

 

BADAI petir dan hujan es menghantam bagian wilayah pantai timur Australia pada Senin, (20/1).  Sebelumnya badai debu melanda daerah-daerah yang dilanda kekeringan.

Badai hujan es yang dahsyat menghantam ibu kota Canberra. Hujan es yang disebut-sebut sebesar bola golf itu menghancurkan sejumlah jendela kantor dan kaca depan mobil. Badai itu juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

Baca juga: Indonesia Pertimbangkan Bantuan untuk Kebakaran di Australia

Layanan darurat di wilayah tersebut memperingatkan warga untuk memindahkan mobil yang terparkir di luar dan menjauh dari pohon serta saluran listrik.

Biro Meteorologi juga memberi tahu masyarakat di tenggara New South Wales, termasuk Sydney untuk bersiap menghadapi badai yang mendekat.

"Badai disertai petir mungkin akan menghasilkan angin kencang yang dapat merusak, hujan es berukuran besar dan hujan lebat yang mungkin meyebabkan banjir bandang di daerah yang telah di peringatkan selama beberapa jam ke depan," kata juru bicara biro itu.

Sementara itu, dua orang pengunjung taman wisata Blue Mountains harus dibawa kerumah sakit akibat terkena petir. Mereka yakni seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dan seorang pria 24 tahun.

"Orang-orang ini sangat beruntung masih hidup," kata manajer Tugas Ambulance New South Wales, Greg Marshall.

Dikatakanya kondisi keduanya dalam keadaan stabil dan telah dilarikan kerumah sakit. Ia bersyukur keduanya tidak mendapatkan serangan langsung yang dapat berakibat fatal.

Sebelumnya, Di wilayah barat New South Wales badai debu terlihat menggulung kota-kota pedalaman. "Kami terbiasa dengan kejadian ini saat ini mulai terjadi kami buru-buru menutup jendela dan pintu sebelum badai yang lebih besar melanda," ucap Ashleigh Hull, dari pedesaan Dubbo seperti dilansir AFP.

Menurutnya badai debu kali ini lebih besar dari pada badai debu biasanya. "Itu benar-benar seperti film apokaliptik. Gelombang besar datang ke arah kita, benar-benar sangat mengesankan, tapi kami berharap badai itu membawa hujan bukan debu," ucapnya.

Sementara itu, di wilayah Victoria di lokasi kebakaran hutan terus membara, hujan deras yang telah dinanti-nanti juga membaea bahaya baru. Kondisi itu jauh bernahaya bagi mereka yang mengoperasikan alat berat untuk masuk ke daerah yang rusak akibat kebakaran hutan, belum lagi tanah longsor mempersulit upaya tersebut.

Sejumlah bencana alam terjadi di Australia akibat pola cuaca ekstrem di negara tersebut. Sejak Oktober Australia diliput oleh musim kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diperburuk oleh perubahan iklim. (AFP/Rif/A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More