Senin 20 Januari 2020, 20:25 WIB

BNPB Ingatkan Penguatan Mitigasi Bencana di Labuan Bajo

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BNPB Ingatkan Penguatan Mitigasi Bencana di Labuan Bajo

Antara/Kornelis Kaha
Wisata Bukit Silvia di labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

 

PRES(IDEN Joko Widodo menginginkan potensi wisata di Labuan Bajo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur dimaksimalkan. Berkaitan dengan hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengusulkan kapasitas kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disana ditingkatkan.

Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB), selama 10 tahun terakhir, tercatat bencana yang melanda Labuan Bajo didominasi cuaca ekstrim atau angin puting beliung. Sementara gempa bumi memiliki dampak paling banyak terhadap penduduk Labuan Bajo dengan potensi 256 ribu penduduk terdampak.

"Pertama kapasitas kelembagaannya ditingkatkan, termasuk unsur-unsur yang berhubungan dengan masalah tanggap darurat terutama kualitas sumber daya manusia ditingkatkan di dalam kelembagaan BPBD itu sendiri," kata Kepala BNPB Doni MOonardo.

Keterlibatan sejumlah ahli, seperti ahli tsunami, ahli geologi, ahli vulkanologi, ahli hidro biologi, dan para pakar lainnya dalam menangani dan mitigasi bencana di kawasan tersebut menurut Doni juga diperlukan.

"Ancaman di sini kalau kemarau panjang kekeringan, tapi kalau hujan longsor, kemudian ada potensi gempa juga yang pernah terjadi di masa lalu seperti di Maumere. Jadi perlu ada peningkatan pada kelembagaannya SDM-nya dan manajemennya," terangnya

Baca juga : Jokowi Nikmati Sunset Labuan Bajo dari Kapal Phinisi

Peningkatan kapasitas tersebut, sebaiknya tidak hanya dilakukan di Labuan Bajo, namun di semua destinasi wisata prioritas lainnya.

"Jadi perlu ada dukungan tambahan untuk BPBD di lima destinasi super prioritas ini, termasuk kesiapsiagaannya mulai alat kelengkapan logistiknya, sarana komunikasi, sarana transportasinya termasuk juga BNPB sudah ada 1 unit helikopter untuk evakuasi medis dan logistik," lanjut.

Begitu juga keterlibatan unsur TNI-Polri yang dilengkapi dengan fasilitas memadai guna penunjang sebagai pendukung Basarnas.

"Karena di sini kan belum ada TNI, baru ada Polres, Kodim juga penting. Mungkin ada satu kompi di sini jadi ketika ada kejadian yang bersamaan dan membutuhkan bantuan untuk mengevakuasi sekian ribu wisatawan tidak mungkin dikerjakan BPBD sendiri namun bekerja sama dengan seluruh unsur TNI, Polri, Badan SAR dan relawan bisa diorganisir," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More