Senin 20 Januari 2020, 19:18 WIB

PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Senilai Rp71,3M Tak Meyakinkan

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Senilai Rp71,3M Tak Meyakinkan

@justinpsi
Alamat kontraktor revitaliasi monas yang ditelusuri via google map pada hari ini.

 

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti Perusahaan Pemenang Tender Revitalisasi Monas senilai Rp 71,3 Miliar. PSI menyebut alamat PT Bahana Prima Nusantara yang memenangi tender tersebut sangat tidak meyakinkan.

"Pemprov @DKIJakarta lelang konstruksi Penataan Monas, nilai HPS Rp71,3 M. Pemenang: PT. Bahana Prima Nusantara Alamat: Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jaktim. Dicek di Google Map, lokasinya kurang meyakinkan nih," cuit Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana melalui akun twitternya @JustinPsi, Senin (20/1).

Saat ditelusuri di www.lpse.jakarta.go.id, disebutkan Nama tendernya adalah Pelaksanaan Konstruksi Penataan Kawasan Monas dengan Satuan Kerja DInas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan. Disebutkan Harga Perkiraaan Satuan pekerjaan konstruksi ini adalah Rp 71.332.886.130,00.

Baca juga: Kaget Lihat Kondisi Monas, DPRD: Kami Kecolongan

Dalam unggahannya Justin juga menyertakan dua buah foto lokasi yang ditulis sebagai alamat Perusahaan pemenang tender tersebut yaitu di Jl. Nusa Indah No. 33 Rt 01 Rw 07 Ciracas Jakarta Timur - Jakarta Timur (Kota) - DKI Jakarta. Dalam dua foto tersebut, lokasi alamat yang ditulis merupakan area perkampungan warga padat penduduk dengan jalanan yang sempit.

Bukan hanya menyoroti lokasi PT yang tidak meyakinkan, Justin juga mempertanyakan jadwal lelang yang sangat mepet. "Selain itu, jika lihat jadwal lelang, waktunya mepet banget. Pengumuman lelang pada 11 Okt 2019. Kontrak dilakukan pada 8 Nov 2019. Ini anggaran single year. Artinya, batas akhir konstruksi adalah Des 2019. Tetapi sampai 20 Januari 2020 masih kerja. Apa dasar perpanjangan waktu utk kontraktor, @DKIJakarta?" sambung Justin. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More