Senin 20 Januari 2020, 11:26 WIB

Tarif Ojol Akan Naik, YLKI Sebut Layanan Justru Menurun

Hilda Julaika | Ekonomi
Tarif Ojol Akan Naik, YLKI Sebut Layanan Justru Menurun

Antara
Ilustrasi

 

RENCANA adanya kenaikan tarif ojeng online (ojol) mendapat kritikan dari Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI).

Menurut Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno layanan ojol saat ini justru menunjukkan performa penurunan yang merugikan konsumen. Adapun kenaikan tarif ojol ini diketahui untuk menyesuaikan dengan adanya sejumlah kenaikan komponen, seperti kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Menurunnya layanan transportasi berbasis daring itu didapat YLKI dari banyaknya laporan atau aduan konsumen yang merasa dirugikan. Misalnya, plat nomor motor pengemudi yang ada di aplikasi berbeda dengan yang datang menjemput konsumen di lapangan. Hal ini memunculkan ketidaknyamanan bagi konsumen.

“Kemudian yang kedua juga munculnya beberapa oknum yang dia (pengemudi) sangat jauh posisinya tetapi diambil pesanan layanannya sehingga konsumen harus menunggu lama atau bahkan dibatalkan secara sepihak. Ini cukup banyak muncul kasus-kasus yang seperti ini,” papar Agus, Senin (20/1).

Bahkan baru-baru ini Agus menjelaskan telah banyak fenomena tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum tertentu. Tindakan kriminal ini berupa penipuan yang dilakukan oknum pengemudi sehingga menguras sejumlah deposit yang ada di aplikasi konsumen. Menurut Agus, seharusnya aplikator memiliki kewajiban untuk melindungi konsumennya dari tindakan seperti ini.

“Ini sejauh mana aplikator melindungi konsumennya. Ini juga perlu dipertanyakan. Ini yang terasa semakin menurun kualitasnya daripada ketika awal muncul fenomena konotasi online ini,” ungkap Agus.

Agus berpandangan, tarif ojol yang sudah diterapkan pada 2019 kemarin sudah cukup tinggi dan ideal baik bagi konsumen maupun pengemudi. Sebab sudah ada penentuan tarif batas bawah dan tarif batas atas.

Permasalahan justru muncul saat adanya promo yang membuat tarif ojol jatuh di bawah tarif batas bawah ojol. Dengan begitu, menurut Agus yang dipikirkan bukan perihal kenaikan tarif, akan tetapi rentang angka tarif yang harus disesuaikan agar menguntungkan bagi berbagai pihak. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More