Senin 20 Januari 2020, 11:30 WIB

Harga Melonjak, Petani Melinjo di Pidie Gembira

Amirudin Abdullah Reubee | Nusantara
Harga Melonjak, Petani Melinjo di Pidie Gembira

ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Sukatma, 47, warga Gunungsari, Kec. Taktakan, Serang, Banten, menjemur buah melinjo, Jumat (15/6).

 

HARGA biji gabah melinjo di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sejak sebulan terakhir meningkat. Tingginya harga bahan baku emping melinjo ini disambut gembira oleh petani di kawasan kabupaten pesisir Selat Malaka tersebut.

Pantauan Media Indonesia di pasar grosir melinjo Pasar Beureunuen, Kabupaten Pidie, Minggu (19/1), kenaikan harga gabah biji melinjo mencapai 70% dari sebulan lalu. Misalnya, harga biji melinjo kualitas terbaik di tingkat tengkulak kepada pengrajin emping, mencapai Rp35 ribu/bambu (ukuran 2 liter). Harga tersebut lebih menguntungkan petani dari pada bulan lalu, yaitu Rp25 ribu/bambu.

Baca juga: NasDem Siap Rekomendasikan Machfud Arifin Bakal Cawali Surabaya

Lalu, untuk biji melinjo kualitas sedang juga naik menjadi berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu/bambu. Sedangkan, bulan lalu harganya berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu/bambu.

"Haganya lebih tinggi karena sekarang tidak sedang musim panen raya. Tidak ada hasil panen melimpah saat ini," kata Muslim, tengkulak melinjo di Pasar Grosir Beureunuen.

Tingginya harga melinjo sekarang ini menggembirakan para petani pemilik kebun di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Mereka gembira dengan harga yang sangat menguntungkan karena itu, petani semakin rajin memanen. Tujuannya, dengan memanen lebih cepat dan sering, diharapkan harga tidak sempat turun.

Untuk diketahui, melinjo merupakan maskot atau ikon bagi Kabupaten Pidie hingga daratan pesisir Selat Malaka. Produksi emping melinjo dari Pidie bisa menutupi kebutuhan pasar di Aceh hingga dipasok ke berbagai daerah di Indonesia. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More