Senin 20 Januari 2020, 08:30 WIB

Mentan SYL Manfaatkan Forum GFFA Dorong Transfer Pengetahuan

Media Indonesia | Ekonomi
Mentan SYL Manfaatkan Forum GFFA Dorong Transfer Pengetahuan

Dok. Kementan
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (kanan) di Forum Global untuk Pangan dan Pertanian (GFFA) 2020.

 

MENTERI Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama delegasi Pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam Forum Global untuk Pangan dan Pertanian (GFFA) 2020 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, pada 16-18 Januari 2020.

Konferensi internasional tersebut berfokus mengenai masa depan industri pertanian-pangan global, serta isu kebijakan pertanian pangan.

GFFA, yang diselenggarakan oleh Kementerian Federal Pangan dan Pertanian (BMEL) Jerman, bekerja sama dengan Senat Berlin, Messe Berlin GmbH, dan GFFA Berlin eV, memberikan peluang bagi perwakilan dari politik, bisnis, dan masyarakat sipil untuk berbagi ide, dan meningkatkan pemahaman politik tentang topik kebijakan pertanian saat ini dalam konteks ketahanan pangan.

"Pemerintah Indonesia setidaknya membawa tiga misi tentang pangan untuk kemanusiaan. Selain itu mendorong transfer teknologi dan pengetahuan dari negara maju,” jelas Mentan SYL di Berlin, pada Sabtu (18/01).

Ketiga misi tersebut meliputi, pertama menghilangkan batasan yang menghambat intervensi bantuan pangan bagi kemanusiaan.

Kedua, negara-negara maju harus memiliki komitmen yang kuat untuk membantu negara-negara berkembang dan terbelakang untuk dapat maju bersama melalui transfer ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, keahlian, dan pengalaman.

Ketiga, menjadikan pangan sebagai instrumen penting dan strategis sebagai bahasa perdamaian dunia. Misi tersebut diusulkan untuk dideklarasikan dalam forum sebagai bagian dari kesepahaman bersama antara menteri pertanian sedunia.

iperjuangkan delegasi Indonesia dalam forum global tersebut,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) dua periode itu.

GFFA ke-11 merupakan forum global yang membahas pangan dan pertanian dengan mengangkat tema ‘Pertanian Menjadi Digital; Solusi Cerdas untuk Pertanian Masa Depan’.

Forum ini untuk memberikan dorongan segar untuk debat dan melihat perdagangan untuk ketahanan pangan global dari semua sudut, demikian mengutip informasi resmi dari laman GFFA.

Lebih dari tiga hari di GFFA, diperkirakan 2.000 pengunjung internasional dari bidang politik, industri, ilmu pengetahuan dan masyarakat sipil mendiskusikan topik utama. Puncak GFFA adalah Konferensi Menteri Pertanian informal terbesar di dunia.

Sekitar 70 menteri pertanian dari seluruh dunia dan perwakilan tingkat tinggi dari organisasi internasional mengadopsi komunike politik bersama tentang topik utama masingmasing. GFFA diadakan di Berlin bersamaan dengan International Green Week. (S1-25)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More