Senin 20 Januari 2020, 08:15 WIB

132 Ekor Burung Teridentifikasi di Kawasan Wisata Ancol

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
132 Ekor Burung Teridentifikasi di Kawasan Wisata Ancol

Dok Kehati
Anggota Biodiversity Warriors Yayasan Kehati melakukan pengamatan burung air di Ancol.

 

BIODIVERSITY  Warriors (BW) Yayasan Kehati melakukan agenda Asian Waterbird Census (AWC) atau kegiatan kesukarelawanan guna memantau burung air yang dilakukan setiap tahun di setiap pekan ke-2 dan ke-3 Januari. Dalam sensus kali ini, teridentfikasi 132 ekor dari 14 jenis burung di kawasan Wisata Ancol.

Dari jumlah itu, jumlah burung air ada 19 ekor yang berasal dari empat spesies. Keempat spesies burung air itu adalah Blekok sawah (Ardeola speciosa), Pecuk ular Asia (Anhinga melanogaster), Kokokan laut (Butorides striata), dan Kareo padi (Amaurornis phoenicurus).

AWC serentak dilakukan secara internasional meliputi wilayah Afrika, Amerika dan Eropa, serta Australasia (Australia, Selandia Baru, Kepulauan Papua New Guinea, dan Kepulauan Pasifik).

Pada 2020, BW Yayasan Kehati melakukan pengamatan burung air di Taman Wisata Ancol, Jakarta Utara.

Taman Impian Jaya Ancol dipilih menjadi kegiatan sensus burung air Asia tahun ini karena lokasi yang berada di pesisir Jakarta dan merupakan daerah tujuan wisata.

Baca juga: BNPB: Penambangan Ilegal di TN Gunung Halimun Salak Ditutup

VP Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Agung Praptono mengatakan lokasi wisata yang memiliki luas sekitar 150 hektare itu merupakan lokasi yang penting bagi pelestarian burung air di Jakarta dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah wisata pantai lainnya di Indonesia.

“Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menyambut baik dipilihnya kawasan wisata Ancol sebagai lokasi pengamatan burung air," kata Agung.

Dia menjelaskan, sebagai pengelola kawasan wisata Pantai Jakarta, Ancol juga memiliki perhatian khusus terhadap keberlanjutan hidup keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Sehingga, pihaknya turut mendukung kegiatan tersebut.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos menyebut hasil sensus burung air Asia 2020 ini nantinya akan dilaporkan kepada Wetland Indonesia Program sebagai koordinator AWC Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Hasil pengamatan dapat menjadi pengayaan data keanekaragamman hayati Pemprov DKI Jakarta," sebut Riki dalam keterangan resmi, Senin (20/1).

Menurutnya, Yayasan Kehati secara konsisten memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia kepada generasi muda, salah satunya melalui kegiatan peringatan hari besar lingkungan seperti Asian Waterbird Census 2020.

"Kita ingin menunjukan bahwa kota besar seperti Jakarta pun masih memiliki keragaman satwa yang cukup tinggi," terangnya.

Biodiversity Warriors merupakan gerakan anak muda yang bertujuan memopulerkan keanekaragaman hayati baik dari sisi keunikan, pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

Didirikan sejak 2014, BW sudah memiliki lebih dari 2.000 anggota dari beberapa universitas di Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan anggota BW dari beberapa daerah seperti Aceh, Medan, Bali, Purwokerto, dan Jakarta. Sebelumnya, BW Yayasan Kehati melakukan kegiatan di Hutan Lindung Angke Kapuk.

Berikut hasil pengamatan burung di Ocean Ecopark Ancol;

1. Takur ungkut-ungkut

2. Cipoh kacat

3. Cucak kutilang

4. Tekukur biasa

5. Gereja Erasia

6. Kekep Babi

7. Bondol Peking

8. Pecuk ular Asia

9. Cabai Jawa

10. Blekok sawah

11. Layang-layang batu

12. Kerak ungu

13. Punai gading

14. Gagak kampung

15. Bentet kelabu

16. Kokokan laut

17. Kareo padi

18. Wiwik kelabu

19. Walet linchi

20. Cinenen kelabu

21. Caladi ulam

22. Sepah kecil

23. Cinenen Jawa

24. Burung madu sriganti

25. Remetuk laut

26. Perkutut Jawa

27. Cekakak sungai. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More