Senin 20 Januari 2020, 07:10 WIB

Menjadi Penunjuk Arah Bangsa

Atalya Puspa | Humaniora
Menjadi Penunjuk Arah Bangsa

MI/Susanto
Pimpinan Media Group dan Media Indonesia berfoto bersama karyawan seusai acara Syukuran 50 Tahun Media Indonesia di Grand Studio Metro TV.

 

SETENGAH abad bukanlah waktu singkat bagi Media Indonesia untuk tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman. Dengan tagline Membawa Suara Rakyat dan kemudian berganti menjadi Jujur Bersuara, Media Indonesia sudah menjadi global positioning system atau penunjuk arah bangsa Indonesia.

"Kita bisa dengan bangga meyakinkan anak cucu kita ke depan, Media Indonesia sudah menjadi semacam kompas buat bangsa ini. Hampir semua perubahan politik untuk kemakmuran rakyat, intervensi dominasi ide-ide Media Indonesia dan Media Group dominan di sana. Membawa bangsa kita ke arah yang lebih baik," kata CEO Media Group News, Mohammad Mirdal Akib, di acara Syukuran HUT Ke-50 Media Indonesia di Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, kemarin.

Komitmen Media Indonesia untuk selalu terdepan memberikan kabar tepercaya, lanjutnya, dapat menjadi satu kebanggaan tersendiri di tengah laju informasi yang pesat. Potensi yang dimiliki saat ini juga dapat menjadi satu jaminan kuat untuk terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

"Yang bertahan bukan yang paling pintar, bukan yang paling cerdas, melainkan yang paling bisa menyesuaikan dengan keadaan. Lima puluh tahun Media Indonesia sudah membuktikan hal itu. Ke depan akan terus berupaya melebur dengan perkembangan zaman dan bersinergi agar tetap kuat berdiri," tambah Mirdal.

Pada kesempatan yang sama anggota Dewan Redaksi Media Indonesia, Elman Saragih, mengatakan di tengah derasnya arus informasi saat ini, pihaknya berkomitmen menjadi media terdepan dalam mengabarkan kebenaran untuk menghindari penyebaran hoaks.

Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate, berharap Media Indonesia kian kaya informasi dan matang untuk terus memperkaya bangsa dan negara.

"Saya percaya surat kabar ini semakin berkembang menyuarakan informasi yang jauh lebih luas dan bervariasi agar masyarakat mendapat informasi yang baik, edukatif, dan bermanfaat," pungkas Johny.

Sebagai bentuk raya syukur digelar pula acara syukuran bersama 250 anak yatim dari Panti Asuhan Attarbiyah, Panti Muslimin, Panti Asuhan Nurul Janah, dan Panti Asuhan Nurul Iman. Selain itu, dilakukan pemotongan tumpeng. (Ata/Ths/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More