Minggu 19 Januari 2020, 14:56 WIB

Kementerian BUMN akan Suntik Rp5 Triliun untuk Jiwasraya

Faustinus Nua | Ekonomi
Kementerian BUMN akan Suntik Rp5 Triliun untuk Jiwasraya

ANTARA
Karyawan melintas di depan Gedung Asuransi Jiwasraya, beberapa waktu lalu.

 

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan akan mendapatkan suntikan dana sekitar Rp5 triliun di awal bulan Maret 2020. Dana tersebut merupakan tahap awal untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terlilit utang mencapai Rp13,7 triliun.

Hal itu disampaikan staf ahli BUMN Arya Sinulingga dalam diskusi Kasus Jiwasraya, Pansus vs Panja di Jakarta, Minggu (19/1). 

Menurutnya, dana tersebut berasal dari holding asuransi BUMN yang akan menyumbanh sekitar Rp2 triliun dan investor untuk anak perusahaan Jiwasraya, Jiwasraya Putra sebesar Rp3 triliun.

"Yang siap diinvestasikan investor itu Rp3 triliun. Kalau kuarter pertama (awal Maret) bisa dapat Rp5 triliun kan sudah bagus. Holding Rp2 triliun dan investor Rp3 triliun," ungkapnya.

Baca juga: Lusa, Panja Kasus Jiwasraya Mulai Aktif

Lebih lanjut, dia menjelaskan, nantinya dana yang terkumpul dari holding dan investor akan digunakan untuk mengembalikan dana nasabah. Pengembalian akan dilakukan pertahap dengan mengutamakan nasabah yang sangat membutuhkannya.

"Fokus kami mencari investor agar dana nasabah ini bisa dikembalikan dan mengalir kepada nasabah. Ya kita utamakan nasabah yang benar-benar butuh," ujarnya.

Di samping itu, untuk proses penyidikan akan terus berlangsung dan merupakan wewenang Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus Jiwasraya. Sementara baik Pemerintah maupun DPR akan terus mendukung proses hukum hingga tuntas.

Dengan adanya panitia kerja (Panja) yang dibentuk DPR, menurutnya, akan membantu pembenahan di tubuh perusahaan yang telah merugi sejak 2006 tersebut. Namun, dia berharap agar Panja tidak mengganggu upaya pengembalian dana secara bisnis.

"Kami di BUMN akan terus bekerja untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya. Dukungan politik dari DPR akan tambah mempercepat proses itu," ucapnya.

Sebelumnya Jiwasraya diduga telah melakukan kesalahan investasi dengan membeli 'saham-saham gorengan'. Di antaranya adalah penempatan saham sebanyak 22,4% atau senilai Rp5,7 triliun pada aset finansial berisiko tinggi.

Pada Oktober hingga November 2019 Jiwasraya tak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo dengan nilai sebesar Rp12,4 triliun. Begitu pula gagal bayar pada Agustus 2019, sehingga asuransi plat merah tersebut diperkirakan merugi Rp 13,7 triliun. (A-4)

Baca Juga

Ist/PLN

Ini Aturan Main bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Prabayar PLN

👤M iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 01 April 2020, 22:11 WIB
Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp3,5 triliun untuk pelanggan listrik tidak mampu sebagai bagian dari perlindungan sosial...
Antara/Sigid Kurniawan

BNI Fasilitasi Pensiunan Tidak Perlu Datang ke Bank

👤Raja Suhud 🕔Rabu 01 April 2020, 21:29 WIB
Pensiunan disarankan untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking sehingga arahan pemerintah untuk di rumah saja...
Antara

Jubir Luhut Pastikan tidak Ada Penyetopan Moda Transportasi

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 21:27 WIB
"Pak Luhut memohon kepada semua pihak untuk tetap menyebarkan kabar yang baik dan benar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya