Minggu 19 Januari 2020, 10:38 WIB

Tiga Misi Indonesia Dalam Forum Mentan Sedunia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tiga Misi Indonesia Dalam Forum Mentan Sedunia

Istimewa
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri forum menteri pertanian sedunia ke-11 di Berlin, Jerman, 16-18 Januari 2020.

 

DALAM forum pertemuan dua tahunan menteri pertanian sedunia ke-11 yang berlangsung di Berlin, Jerman, 16-18 Januari 2020, Indonesia membawa tiga misi penting. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mewakili delegasi Indonesia dalam forum tersebut.

Ketiga misi itu adalah pertama, menghilangkan batasan yang menghambat intervensi bantuan pangan bagi kemanusiaan. Kedua, negara-negara maju harus memiliki komitmen yang kuat untuk membantu negara-negara berkembang dan terbelakang untuk dapat maju bersama melalui transfer ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, keahlian, dan pengalaman.
Ketiga, menjadikan pangan sebagai instrumen penting dan strategis sebagai bahasa perdamaian dunia.

Misi tersebut diusulkan pemerintah Indonesia untuk dideklarasikan dalam forum sebagai bagian dari kesepahaman bersama antara menteri pertanian sedunia.

"Itu misi yang diperjuangkan delegasi Indonesia dalam forum global tersebut," ujar mantan gubernur Sulsel dua periode itu dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Minggu (19/1).

Forum global ke-11 untuk pangan dan pertanian tersebut mengangkat topik Pertanian Menjadi Digital; Solusi Cerdas untuk Pertanian Masa Depan. GFFA adalah konferensi internasional yang berfokuKementan Gencar Cegah Alih Fungsi Lahans pada pertanyaan-pertanyaan sentral mengenai masa depan industri pertanian-pangan global.

baca juga:

Konferensi ini memberikan kesempatan bagi perwakilan dari dunia politik, bisnis, ilmu pengetahuan, dan masyarakat sipil untuk berbagi ide. Termasuk meningkatkan pemahaman tentang topik pilihan kebijakan pertanian saat ini. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More