Minggu 19 Januari 2020, 08:16 WIB

Polisi Lumpuhkan Empat Residivis Spesialis Jambret

Apul Iskandar | Nusantara
Polisi Lumpuhkan Empat Residivis Spesialis Jambret

MI/Apul Iskandar
Polisi menembak empat pelaku penjambretan dengan kekerasan di Medan, Sabtu (18/1/2020).

 

KAPOLRESTABES Medan mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (jambret) yang telah melakukan aksinya sebanyak 26 kali di wilayah hukum Polrestabes Medan. Empat orang pelaku bernama Bobi Haryadi alias Bobi (28), Ragil Hendra Lesmana Silitonga alias Ragil (21), Muhammad Risky Agung alias Agung (18), dan Rinaldi alias Bocil (21).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johhny Eddison Isir mengatakan bahwa penangkapan keempat pelaku berdasarkan laporan korbvan Clara Elyda Sinaga, ibu rmah tangga warga Perum Kota Wisata Amsterdam B 28 Cileungsi Kabupaten Bogor. Ia menjadi korban jambret pada Rabu (8/1) di Jl Gatot Subroto tepatnya di depan Hotel Four Point Medan, sekitar pukul 21.30 WIB.

"Ketika itu, korban pulang naik becak motor (betor) dari Jalan Mongonsidi, lalu sesampainya di Jalan S.Parman, korban berhenti untuk makan malam. Dan selesai makan malam korban kembali naik betor untuk pulang ke rumah ditemani orang tua korban," terangnya.

Sesampainya di Jalan Gatot Subroto ada dua orang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki FU, secara tiba-tiba langsung menarik tas korban yang mengakibatkan korban terjatuh dari betor. Akibatnya kepala korban belakang bagian kiri terluka.

"Korban mengalami luka serius dan dirawat di RS.Advent," jelas Kapolres, Minggu (19/1).

Personel Unit Reskrim Polsek Medan Baru mendapat laporan adanya korban jambret di Jalan Gatot Subroto di depan hotel Four Point. Berdasarkan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku kemudian menangkap mereka di rumah kos Jl. Kapt Sumarsono Gg. Dahlia Medan Helvetia.

"Para pelaku ini ditangkap di dalam kos-kosan. Sata dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti dari hasil kejahatan yang disimpan pelaku di dalam kamar kos. Berikut narkotika rupa Sabu-sabu dan alat hisap sabu (bong)," ujar Kapolrestabes Medan.

Namun, pada saat diamankan, lanjut Kapolrestabes Medan, para pelaku berusaha melarikan diri sehingga petugas melumpuhkan kaki para pelaku.

"Dari hasil interogasi ke empat pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan tindak pidana jambret di sebayank 26 TKP. Modus Operandi melakukan jambret terhadap korbannya wanita dan laki-laki yang kelihatan lemah, dengan menarik tas atau handphone," terangnya.

Ditambahkannya, para tersangka merupakan residivis. Tersangka Rinaldi alias Bocil merupakan resedivis pada 2016. Ia pernah ditangkap Polsek Helvetia dalam perkara penganiayaa dan dihukum selama 10 bulan. Kemudian pada 2017, ia kembali ditangkap dalam perkara jambret dan dihukum empat tahun penjara.

"Untuk tersangka Bobi resedivis tahun 2015 ditangkap Polsek Helvetia. Ia dihukum enam bulan penjara dalam kasus penganiayaan. Sedangkan tersangka Ragil resedivis tahun 2015 ditangkap Polsek Sunggal dalam perkara jambret dan dihukum satu tahun enam bulan penjara.

baca juga: Ribuan Warga Pesta Durian Kalsel di Banjar

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti 1 unit sepeda mootor Suzuki Satria FU warna Hitam BK 450 AET, 1 Unit sepeda motor  Suzuki Satria FU warna Putih BK 5036 AHB, 1 Unit sepeda motor Honda Vario warna Putih BK 3346 AFF, 1 Unit sepeda motor Honda Scopy warna Merah BK 3707 ACR, 1  buah cincin, 1 pasang anting, 2 buah kalung, 16 buah KTP, 4 buah NPWP,  11 buah STNK, 10 buah BPJS, 20 kartu ATM/kartu kredit, 5 kartu member, 3 buah buku rekening Bank, 3 buah Id Card, 20 buah tas, 13 buah dompet, 4 buah helm dan tiga buah jaket. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More