Minggu 19 Januari 2020, 06:50 WIB

Pembangunan 3.000 Sumur Resapan Dikebut

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Pembangunan 3.000 Sumur Resapan Dikebut

MI/BARY FATHAHILAH
Petugas Dinas Sumber Daya Air membuat sumur resapan air di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta optimistis pembangunan 3.000 unit sumur resapan rampung tahun ini. Teknik bangunan dengan kedalam­an tertentu yang berfungsi menampung air hujan dinilai sangat efektif untuk konservasi tanah sekaligus menanggulangi banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan pembangunan drainase vertikal merupakan salah satu program pengendalian banjir yang digagas Pemprov DKI. “Tahun ini bisa 3.000 karena sudah masuk e-katalog,” kata Juaini, kemarin.

Menurutnya, anggaran untuk pembangunan sumur resap­an yang tersebar di lima wilayah mencapai Rp100 miliar. Pembangunnya difokuskan di sejumlah titik yang rawan tergenang dan banjir.

“Data titik yang dibutuhkan sumur resapan berasal dari satgas SDA di kelurahan dan kecamatan. Nanti mereka yang akan mengerjakan,” ujarnya.

Pelaksanaan program itu tidak hanya dibebankan kepada Dinas SDA Jakarta. Semua SKPD yang terkait teknis pertanahan, seperti Dinas Lingkung­an Hidup, Dinas Bina Marga,  serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, juga dilibatkan.

“Idealnya untuk membantu agar Jakarta bebas banjir dibutuhkan sekitar 1,8 juta sumur resapan. Maka itu, seluruh SKPD diperintahkan mengga­rapnya bersama-sama.”

Juaini juga meluruskan program pengendalian banjir DKI yang selama ini dianggap kurang efektif mengatasi banjir. Ia mengaku pihaknya sudah melakukan pelbagai langkah, seperti pengerjaan saluran mikro dan makro, peng­hubung yang akan menga­lirkan air langsung ke sungai atau waduk, naturalisasi lima waduk, pengerukan sungai, serta memperbaiki 40 pompa yang rusak lantaran terendam banjir.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (18/1) pagi, menyebabkan genangan air antara 10 cm-100 cm. Laporan TMC Polda Metro Jaya menyebutkan genangan terlihat di depan Universitas Atma Jaya arah Semanggi, simpang Tanah Abang, Jalan Tanjung Duren, dan Jalan Cikini Raya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Subejo, menuturkan genangan dan banjir di sejumlah jalan termasuk permukiman warga, khususnya di lima RW di Jalan Kemandoran Raya, Jakarta Selatan, telah surut beberapa jam kemudian. “Penyebabnya curah hujan lebat. Semua sudah surut,” tandasnya. (Put/Ins/Tri/J-4)

Baca Juga

Dok MI

Bukannya Diam di Rumah, Warga Malah Tawuran di Tebet

👤Jufriansyah 🕔Kamis 02 April 2020, 00:29 WIB
Bosan tinggal di rumah selama pandemi korona bukan berarti harus...
Antara

Polri Usut 63 Kasus Hoaks Soal Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 April 2020, 21:46 WIB
"Polri bakal terus melakukan patroli siber untuk mencegah beredarnya berita-berita hoaks di media sosial yang meresahkan dan menindak...
Antara/Aprilio Akbar

Kemenhub Sebut Surat Edaran BPTJ Bersifat Rekomendasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 01 April 2020, 21:14 WIB
Surat edaran tersebut bertujuan memberikan rekomendasi kepada daerah apabila sudah dikategorikan sebagai daerah yang diperkenankan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya