Sabtu 18 Januari 2020, 21:10 WIB

Amien Rais Diminta tak Invervensi Kongres PAN

Astri Novaria | Politik dan Hukum
Amien Rais Diminta tak Invervensi Kongres PAN

MI/ADAM DWI
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toh.

 

PENDIRI Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha, meminta agar Amien Rais sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN tidak ikut campur dalam Kongres PAN yang rencananya akan digelar pada 12 Februari 2020 di Sulawesi Tenggara.

"Ya sudahlah, yang lalu-lalu kan selalu ikut campur, itu kan urusan sistem demokrasi di partai. Sudah waktunyalah melepaskan ini ke yang muda-muda. Sudahlah Pak Amien jangan ikut campur lagi," kata Abdillah, di Jakarta, Sabtu (18/1).

Baca juga: Soal Dinasti Politik, Jokowi: Cari Partai Aja Kesulitan

Abdillah mengungkapkan bahwa banyak pihak yang merasa keberatan dengan tekanan yang dilakukan Amien selama ini. Meskipun, dalam hal ini, ia tak menjelaskan apa saja tekanan tersebut.

"Jangan ada tekanan-tekanan dari Pak Amien lah, Pak Amien harus membiarkan, partai jangan tergantung ke pak Amien," sambung dia.

"Ya tafsirkan sendiri ikut campurnya bagaimana? Banyak yang keberatan. Bikin ruwet," tegas Abdillah.

Rakernas PAN direncanakan akan berlangsung pada 12 Februari di Sulawesi Tenggara. Sejumlah nama Ketua Umum baru periode 2020-2025 sudah bermunculan yakni Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, dan Asman Abnur. Menariknya, salah satu calon yakni Mulfachri Hararap akan berpasangan dan maju dengan Putra Amien Rais yakni Hanafi Rais sebagai Sekjen. 

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Al-azhar, Ujang Komarudin, menilai majunya Hanafi berpasangan dengan Mulfachri merupakan upaya Amien Rais untuk membangun dinasti politik. 

"Kasus dinasti politik di Indonesia masih banyak diwarnai dinasti politik yang buruk. Karena banyak pejabat yang dihasilkan dari dinasti politik itu korup dan cenderung membangun oligarki," tegas Ujang. 

Baca juga: Menko Polhukam: Prajurit tidak Usah Resah Soal Asabri

Ujang menambahkan dinasti politik biasanya juga akan menyebabkan kinerja  partai tersebut melempem alias tidak berkembang. 

"Jika yang diangkat dari kalangan keluarganya tak punya kemampuan, lalu kinerjanya melempem," tandas Ujang. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More