Minggu 19 Januari 2020, 05:00 WIB

Asmara Abigail: Butuh Peran Media Cetak

Melalusa Susthira K | Hiburan
 Asmara Abigail: Butuh Peran Media Cetak

MI/PIUS ERLANGGA
Asmara Abigail

 

DI tengah era digital yang semakin berkembang masif, media digital seolah menggempur eksistensi media cetak. Namun, aktris Asmara Abigail, 27, melihat peran media cetak masih dibutuhkan dalam melengkapi informasi yang disuguhkan media digital.

Aktris yang tengah sibuk mempromosikan film Mangkujiwo itu menyebut bahwa media cetak menyuguhkan kedalaman informasi lebih di tengah derasnya arus informasi di era digital yang serba cepat. Asmara lantas menganalogikan media cetak sebagai menu utama atau main course, sedangkan media daring ibarat menu pembuka atau appetizer.

“Menurut aku, kayak media cetak atau bentuknya buku itu seperti atau ibarat main course, media digital tuh kayak appetizer-nya. Jadi kita kan enggak bisa cuma makan tahu doang kan, kita juga perlu main course-nya. Jadi, menurut aku bagaimana media cetak dan media digital saling melengkapi,” ujar Asmara saat berkunjung ke kantor Media Indonesia, Kedoya Jakarta Barat, Jumat (17/1).

Asmara yang juga seorang model dan penari itu menyebut arus informasi yang semakin cepat berdampak pada pembentukan mentalitas masyarakat saat ini menjadi serbainstan. Dari situ, Asmara menyebut bahwa masyarakat saat ini seolah telah hilang kendali dan ‘dikuasai’ teknologi.

“Kita pun kalau misal lihat artikel atau baca caption pasti enggak pernah sampai habis langsung maunya cepat-cepat di-scroll, kayaknya itu juga berpengaruh dengan mentalitas kita sekarang yang enggak mau mencerna sampai habis,” tutur Asmara.

Lebih dari itu, menurut Asmara, perkembangan teknologi informasi sepertinya juga bisa terjadi pembodohan. Padahal, keberadaan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong human brain atau human mentality semakin kuat. “Mustinya kita semakin memperkuat diri malah jadi kita yang kalah sama teknologinya. Bukan kita yang menguasai teknologi, melainkan malah kita dikuasai teknologi,” tambahnya.

Asmara menceritakan ia tumbuh di era peralihan generasi saat media cetak masih eksis dan media daring mulai masuk. Pemeran Kanti dalam film Mangkujiwo itu pun mengaku beroleh pengalaman dan sensasi berbeda dengan media cetak yang mempunyai fisik, acap kali membaca majalah langganannya dahulu.

“Sensasinya emang beda sih dari yang media cetak ke media digital kayaknya sekarang semua instan,” ungkap Asmara.

Untuk itu, Asmara memandang posisi media cetak signifikan untuk membentuk kemampuan mentalitas seseorang dalam mencerna suatu hal atau informasi lebih dalam. Aktris yang memulai debut filmnya lewat film Setan Jawa itu berharap media cetak saat ini dapat terus eksis guna memberikan kebermanfaatannya pada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan media cetak yang terus berusaha untuk keep-up dengan globalisasi bisa pelan-pelan juga masuk ke gaya hidup generasi yang baru sehingga anak-anak sekarang juga enggak cuma mau cepat semuanya yang cepat saji saja, tapi juga kemampuan mencerna yang lebih dalam,” pungkasnya. (H-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More