Sabtu 18 Januari 2020, 11:45 WIB

Ini Bantahan Karyawan TVRI soal Mosi tidak Percaya ke Dewas

Cahya Mulyana | Humaniora
Ini Bantahan Karyawan TVRI soal Mosi tidak Percaya ke Dewas

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya menunjukkan surat pemberhentian dari jabatannya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI

 

KARYAWAN TVRI membantah mengajukan mosi tidak percaya terhadap Dewan Pengawas terkait pemberhentian Helmy Yahya dari jabatan Direktur Utama. Hal itu disebut sebagai klaim sepihak yang mengatasnamakan karyawan.

Perwakilan karyawan TVRI, Bobby, menyatakan adanya 4.000 karyawan mengajukan mosi tidak percaya hanya klaim segelintir elite. Mereka pejabat struktural bukan karyawan biasa.

"Wajar saja mereka (pejabat struktural) menyatakan mosi tidak percaya kepada Dewas karena jabatan mereka juga terancam dicopot, terlebih mereka mensponsori penyegelan ruang dewas," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Sabtu (18/1).

Ia mengatakan karyawan TVRI malah mendukung putusan Dewan Pengawas yang memberhentikan Helmy Yahya. Alasannya, kesejahteraan karyawan terganggu selama ia menjadi nahkoda televisi pelat merah tersebut.

"Logikanya, mana mungkin karyawan yang menderita karena honornya ditunggak selama dua tahun berturut-turut mendukung Helmy Yahya dan Direksi," kata Bobby.

Baca juga:  Karyawan TVRI Lakukan Mosi tidak Percaya Dewas

Menurut Bobby, di bawah jajaran direksi saat ini, karyawan dibayangi ketakutan untuk bersuara karena Direksi dan jajarannya mempertontonkan arogansi.

"Awal tahun 2019 karyawan pernah menuntut pembayaran honor, namun berujung pada pemberhentian dan mutasi kepada mereka yang terlibat," pungkasnya.

Sementara itu pascapemecatan Helmy Yahya, Dewan Pengawas TVRI langsung menunjuk pelaksana tugas menggantikan Helmy yakni Supriyono. Keputusan itu lalu disampaikan pada Presiden Joko Widodo termasuk DPR.

"Bersamaan dengan surat pemberhentian Direktur Utama, Dewan Pengawas menunjuk Direktur Teknik LPP TVRI Supriyono menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama LPP TVRI. Atas keputusan tersebut, dewan pengawas LPP TVRI sudah mengirimkan laporan kepada Presiden RI dan DPR RI," kata Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin.

Pemberhentian itu resmi berlaku mulai 16 Januari 2020. Pada Desember 2019, Dewan Pengawas TVRI sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP) Helmy Yahya. Helmy Yahya kemudian menyampaikan pembelaan diri lewat surat namun jawabannya tidak diterima.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More