Sabtu 18 Januari 2020, 11:45 WIB

Ade Putri Paramadita: Menikmati Kuliner Cara Pendongeng Makanan

Retno Hemawati | Weekend
Ade Putri Paramadita: Menikmati Kuliner Cara Pendongeng Makanan

MI/ PANCA SYURKANI
Ade Putri Paramadita

DUNIA kuliner tidak hanya melahirkan pebisnis dan chef. Ada profesi baru dan unik seputaran kuliner seperti yang digeluti Ade Putri Paramadita, yakni penutur atau pendongeng kuliner (culinary storyteller).

Aput demikian ia akrab disapa, juga tergabung dalam komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia atau ACMI. Komunitas ini bergerak melestarikan, mengembangkan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya di negeri sendiri, tetapi juga mancanegara.

Bagi Aput, dunia kuliner di Tanah Air membuka peluang banyak hal termasuk profesi culinary storyteller yang belum banyak diminati. "Makanan bisa diceritakan melalui berbagai cara, format, maupun media. Bisa diceritakan dengan visual seperti foto atau film, bisa juga dengan tulisan di buku atau artikel, hingga yang banyak di temui saat ini karena kepraktisannya, yaitu unggahan di media sosial," katanya beberapa waktu di Jakarta.

Perempuan berusia 40 tahun ini menambahkan, jika yang dilakukannya tidak sekadar cuap-cuap. Menjadi culinary storyteller harus punya kemampuan lebih. Indra pengecap tentu saja harus tajam, tetapi itu saja tidak cukup. Harus ada kemampuan menulis, memotret, bahkan mampu berbicara langsung di depan kamera untuk video, atau secara langsung. Singkatnya, penutur makanan merupakan profesi multi-skill.

Dorongan untuk menjadi culinary storyteller memang berasal dari dua komunitas yang aktif melibatkannya sebagai humas, yakni di ACMI dan Co-Founder Beergembira. Aput menuturkan jika perannya membuat ia banyak melakukan kegiatan edukasi dan promosi santapan. Dari situ, ia merasa jika cara terbaik ialah dengan mendongeng (storytelling).

"Ketika kita bisa mengisahkan tentang santapan itu dengan baik, pendengar nantinya tidak hanya menikmati santapan melalui indra penciuman, penglihatan serta pengecap, namun juga melalui otak yang sudah terstimulasi dengan adanya kisah yang baik di belakang santapan tersebut. Jadi balik, dorongan itu datang sejak aku mulai aktif di dua kegiatan ini," tambahnya.

Memiliki akun Instagram-nya, @misshotrodqueen yang memiliki lebih dari 28 ribu pengikut maka terlihat betapa sebuah santapan akan mampu eksis dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara diperkenalkan ke khalayak umum.

Media sosial ternyata berperan penting dalam aktivitas dan profesi Aput. Baginya media sosial ialah salah satu tempat dirinya bisa membagikan pengetahuan, menceritakan sebuah makanan dan budayanya, termasuk mengajak teman-teman di luar sana untuk ikut melakukan sesuatu untuk melestarikan budaya kuliner tradisional Indonesia.

Pengaruhi publik

Lewat profesi Aput pula terlihat jika culinary storyteller mampu memengaruhi publik. Aput yang tidak suka menambahkan kecap di makanannya ini bercerita dia pernah menulis dan membuat video tentang tukang jamu di tengah pasar Yogyakarta. Konten itu ia unggah di Instastory.

"Gara-gara unggahan itu saya dicari oleh ibu yang membuat jamu itu, ternyata dia adalah temannya temanku, ketemu di media sosial. Dia bilang, sekarang banyak sekali anak muda yang datang ke tempat itu karena habis membaca tentang jamu itu," tuturnya.

Tidak banyak berbeda dengan profesi apa pun yang harus terus bergelut dengan informasi dan perubahan zaman, Aput juga selalu memperkaya diri dengan banyak membaca, mendengarkan, dan menonton berbagai sumber. Buku, artikel di majalah, bahkan juga unggahan media sosial orang lain. Selebihnya, berjejaring juga dilakukan.

Aput juga mengaku rajin datang ke acara pariwisata dan kuliner demi menambah wawasannya maupun mempertahankan eksistensi di profesi tersebut. "Utamanya yang berhubungan dengan pariwisata dan kuliner. Karena begitu kita menghilang, orang akan mencari penggantimu. Jadi sebisa mungkin, eksistensi dan konsistensi itu harus dijaga," ucapnya.

Aput tidak secara spesifik menjelaskan sebesar apa pendapatannya, tetapi jelas apa yang dilakukannya mendatangkan kepuasan batin sekaligus materi. Sumber pendapatan itu pun beragam baik dari menulis artikel lepas di berbagai media cetak maupun daring, maupun menjadi narasumber atau host acara TV, radio, atau web series.

Di luar itu, pendapatan juga bisa dihasilkan dengan membuat sendiri program Trip Kuliner. Di situ, ia tidak hanya mengantar peserta ke tempat makan, tapi juga bercerita santapan-santapan tersebut.

Aput saat ini sedang dalam tahap menulis buku culinary storyteller. Dia berharap buku ini segera bisa terbit di sela-sela kesibukannya yang melimpah. Buku ini menurutnya perlu diwujudkan karena sebuah desakan. "Animo untuk menjadi culinary storyteller di Indonesia sangat tinggi, makanya dibuatlah buku ini. Yang menanyakan juga banyak, apalagi saat ada kegiatan masterclass culinary storyteller."

Dia juga berbagi tips bagi siapa pun yang ingin menjalani profesi sepertinya agar jangan pernah berhenti belajar. "Juga biarkan keingintahuanmu terus tumbuh. Perbanyak referensi dengan banyak membaca, mendengarkan, dan bertanya." (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More