Sabtu 18 Januari 2020, 01:30 WIB

Hewan Melata kembali Bermunculan

Widjajadi | Nusantara
Hewan Melata kembali Bermunculan

ANTARA FOTO/Adi Prima
Warga melintas di depan rumah yang ambruk diterjang banjir bandang di Nagari Malalo, Tanah Datar, Sumatra Barat, kemarin.

 

SELAIN memicu terjadinya bencana, curah hujan tinggi juga menyebabkan binatang buas melata seperti ular bermunculan. Di sejumlah wilayah di Sragen, Jawa Tengah, masyarakat belakangan ini terus dikejutkan oleh berbagai jenis ular yang membuat mereka ketakutan.

Menurut penuturan warga, jenis ular yang menghampiri kediaman mereka antara lain kobra dan piton berukuran besar dan kecil. Binatang melata itu masuk ke rumah dan apotek, naik atap bangunan, dan masuk ke kamar mandi.

Tim rescue dari Indonesian Offroad Federation dan Poldes Masaran, dalam dua hari terakhir, silih berganti melakukan evakuasi setelah mendapat laporan kemunculan ular piton. Misalnya, kemunculan ular piton besar di rumah warga Dukuh Sribit, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo.

“Hal ini membuat pemilik rumah dan anggota keluarga ketakutan karena ularnya besar,” ung­kap Agus, warga setempat. Ular piton tiba-tiba muncul dan melilit bagian atap dan ngendon selama beberapa hari. Penampakan piton itu diketahui secara tidak sengaja oleh pemilik rumah.

Karena ketakutan, dia kemudian melapor ke Rescue Poldes Masaran. “Begitu ada laporan, kami langsung datang dan kami evakuasi. Posisi ular di atap rumah dan melilit di kayu. Ternyata sudah tiga hari di sana. Pemilik rumah bingung dan takut karena itu langsung kita ambil,” tutur personel rescue dari Poldes Masaran, Alfian Rendi Prasetya, kemarin.

Selain memicu kemunculan binatang melata, curah hujan tinggi memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah harus terus bersiap menghadapi bencana.

Di Sumatra Barat (Sumbar), BPBD Kabupaten Agam mendirikan Posko Komando Siaga Darurat Bencana. Pasalnya, curah hujan tinggi diprediksi terjadi hingga Februari 2020.

Posko itu dirikan di Kantor BPBD sejak 8 Januari sampai 29 Februari 2020 mendatang. Sebanyak empat personel disiagakan, yakni dari BPBD, Satpol PP Damkar, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan TNI/Polri.

Banjir

Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) mendesak empat kepala daerah yang terlibat dalam pembebasan Kali Lamong untuk duduk bersama guna mencari solusi banjir. Pasalnya, selama bertahun-tahun Kali Lamong tidak kunjung selesai dikerjakan.

“Empat kepala daerah harus segera membebaskan lahan untuk pembuatan tanggul,” kata anggota Komisi D DPRD Jatim, Makin Abbas, di Surabaya, kemarin.

Banjir bandang juga melanda kawasan pinggir Danau Singkarak di Jorong (Dusun) Tanjuang Sawah, Nagari (Desa) Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat, Jumat (17/1) dini hari.

Banjir bandang itu merusak sejumlah rumah dan menghanyutkan kendaraan. Untuk sementara, BPBD Kabupaten Tanah Datar melaporkan banjir bandang merusak 8 bangunan terdiri atas 6 rumah, 1 toko dan 1 bengkel motor, serta menghanyutkan 1 mobil dan 1 sepeda motor, serta puluhan ekor ternak warga.

“Selain rumah dan jalan, sawah juga terdampak. Saya belum dapat data pasti, sedang menuju ke lokasi,” kata Wali Nagari Padang, Laweh Malalo Akhyari Sutan Caniago. (FL/YH/AT/TB/DG/PO/CS/MR/LD/TS/YK/RF/N-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More