Jumat 17 Januari 2020, 19:00 WIB

Lapuk, Atap Bangunan Satu Ruang Kelas SDN di Sukabumi Ambruk

Benny Bastiandy | Nusantara
Lapuk, Atap Bangunan Satu Ruang Kelas SDN di Sukabumi Ambruk

Ilustrasi/ANTARA FOTO/Budiyanto
Bangunan SDN di Sukabumi ambruk.

 

AKTIVITAS belajar mengajar kelas III di SDN Simpang, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sedikit terganggu. Pasalnya, atap bangunan bagian luar ruang kelas ambruk lantaran kayu penyangganya lapuk karena dimakan usia.

Berdasarkan informasi, ambruknya atap ruang kelas terjadi Jumat (17/1) sekitar pukul 07.13 WIB. Untungnya, di bawah atap bangunan ruang kelas itu sedang tidak ada siswa sehingga tak ada yang terluka.

"Kejadiannya tadi pagi (kemarin). Dari laporan yang kami terima, ambruknya sebelum anak-anak masuk ke dalam kelas," terang anggota Satpol PP Kecamatan Simpenan, Deden Sudarman, Jumat siang.

Kerusakannya terdapat pada bagian luar. Menurut Deden, atapnya masih berpotensi ambruk seandainya tidak ada penanganan lebih lanjut.

"Perlu segera diperbaiki. Kalau dibiarkan kasihan siswa tidak bisa belajar dengan tenang," ungkapnya.

Deden mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah elemen berkompeten, seperti unsur muspika. Upaya itu dilakukan untuk mempercepat penanganannya.

"Mudah-mudahan segera ada upaya perbaikan dari pemerintah," jelasnya.


Baca juga: Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Dua Kurir Narkoba


Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, mengaku belum menerima laporan secara tertulis ambruknya atap ruang kelas di SDN Simpang. Ia hanya mendapat laporan secara lisan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

"Insya Allah, kami dari pemerintah juga dengan cepat akan melakukan penanganannya," ujar Khusyairin kepada wartawan, Jumat (17/1).

Khusyairin juga mengatakan sudah menginstruksikan pengawas sekolah agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna menghindari kemungkinan terjadi hal-hal buruk. Dengan begitu, maka proses belajar mengajar bisa tetap berjalan.

"Kami menjamin proses pembelajaran anak-anak dengan melakukan koordinasi bersama Muspika," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, ambruknya atap ruang kelas tersebut akan dimasukkan ke dalam program prioritas rehabilitasi tahun ini. Dinas Pendidikan segera meninjau ke lokasi untuk memastikan bantuan seperti apa yang diperlukan.

"Untuk sekarang, kami imbau agar kepala sekolah mewaspadai kondisi bangunan. Meskipun sudah dikosongkan dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi harus selalu diingatkan kepada anak-anak di sekitar bangunan yang ambruk," tandasnya. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More