Jumat 17 Januari 2020, 18:25 WIB

Dua Kantor Tersangka Jiwasraya Digeledah Kejagung

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Dua Kantor Tersangka Jiwasraya Digeledah Kejagung

MI/RAMDANI
Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin mendukung kasus korupsi Jiwasraya harus diusut tuntas.

 

DUA kantor milik Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram) sekaligus tersangka kasus Jiwasraya, Heru Hidayat, digeledah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Penggeledahan tersebut dilakukan, Kamis (16/1) kemarin.

Dua kantor tersebut ialah PT Trada Alam Minera tbk di lantai 7 dan PT Maksima Integria di lantai 27 Central Senayan, Jalan Asia Afrika Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

"Jadi penyidik telah melakukan kegiatan penggeledahan pada hari kamis (17/1) dan melakukan beberapa penyitaan yang dilakukan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kauspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, saat dikonfirmasi, Jumat (17/1).

Baca juga: Tanggapi Bantahan Asabri, Mahfud: Mana yang Ngaku Mencuri

Sayangnya, Hari tidak menyebutkan barang bukti yang disita oleh Kejagung karena masih dalam tahap pemilihan.

"Apa yang didapat oleh tim penyidik bekerja sama dengan tim pelacakan aset masih dipilah-pilah kemudian dicek kembali kepemilikannya yang nantinya akan dilakukan penyitaan," ujar Hari.

Penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik bersama-sama dengan tim auditor perhitungan kerugian negara kemudian tim AMC (adyaksa monitoring center) kemudian juga tim pelacakan aset.

"Penyitaan dengan meminta persetujuan kepada ketua pengadilan negeri setempat, hari ini tim penyidik dan tim pelacak aset juga bergerak untuk menemukan bukti-bukti ataupun barang bukti ataupun aset yang nanti diharapkan dapat digunakan untuk mengembalikan keuangan negara," tandasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung juga melakukan penggeledahan terhadap para tersangka kasus megakorupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More